Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pameran sejarah 'Rumah Peradaban' di tiga kota

semarang.bisnis.com semarang.bisnis.com

Jogjakarta-KoPi| Balai Arkeologi Yogyakarta merencanakan program baru Rumah Peradaban. Program kini masih dalam pematangan konsep. Pelaksanaaan program akan bebarengan dengan kelanjutan penelitian tiga situs unggulan arkeologi.

Menurut peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, M. Chawari program Rumah Peradaban bertujuan untuk mengedukasi masayarakat tentang peninggalan sejarah. Program meliputi pameran, lomba film arkeologi, foto book, seminar, dan kemah budaya.

"Program Rumah Peradaban ini baru dari pusat, untuk waktunya tahun 2016 menempel pada penelitian," jelas M. Chawari saat ditemui di Balai Arkeologi pada 8 Januari 2015.

Pelaksanaan Rumah Peradaban di tiga situs unggulan seperti Kota Lama di Semarang, Liyangan di Temanggung dan Patiayam di Kudus. Pemilihan situs berdasarkan nilai manfaat kepada masyarakat.

Situs Kota Lama memiliki sejarah yang kental tentang zaman kolonial Belanda. Penelitian M. Chawari menemukan benteng-benteng peninggalan Belanda. Namun masyarakat lebih mengenal Kota Lama pada nuansa kota tua bangunan Belanda.

Sementara Liyangan Semarang memilki banyak peninggalan sejarah seperti candi, bangunan rumah panggung, bulir padi dan kain sutera. Dan peninggalan purba terdapat di Patiayam berupa fosil gajah kuno dan fosil-fosil lainnya.

M. Chawari menambahkan untuk pertama kalinya pameran arkeologi dilaksanakan di tempat situs langsung. Sebelumnya penyelenggaraan pameran arkeologi di mall seperti Mall Sri Ratu Semarang dan Ambarukmo Plaza Yogyakarta.

Untuk menyukseskan program Rumah Peradaban, pihak Balai Arkeologi akan menggandeng Dinas Pendidikan Pendidikan setempat. "Kerja sama dengan Dinas Pendidkan untuk kemah budaya,"pungkas M. Chawari. |Winda Efanur FS|Frenda Yentin|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next