Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Pameran ilmiah remaja SMP masih minim peserta

stand Pameran Karya IImiah Remaja stand Pameran Karya IImiah Remaja

Jogjakarta-KoPi| Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta menyelenggarakan Pameran karya Ilmiah tigkat Remaja SMP se-Kota Jogjakarta di Gedung Oval Taman Pintar. Pameran akan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 28-30 Juli 2015.
Dari jumlah 66 sekolah SMP sedarajat hanya 17 sekolah SMP yang mengikuti pameran ini. Dari 17 sekolah tersebut, tim seleksi berhasil mengambil 15 sekolah yang maju ke babak pameran.

Menurut salah satu panitia, Abdurrahman menyebutkan rendahnya partisipasi sekolah mengikuti pameran ini kemungkinan dikarenakan minimnya budaya riset di kalangan pelajar.

“Pameran kita baru pertama kali di Jogja, harapannya, pameran ini dapat meningkatkan budaya penelitian pelajar di Jogja. Pameran ini pesertanya sangat minim. Kami berharap tahun depan pesertanya bisa mencapai 30-40 %,” papar guru sekolah SMPN 5 Jogjakarta tersebut.

Abdurrahman juga mengharapkan kerjasama semua elemen untuk memajukan penelitian di Jogjakarta. Menurutnya ikon Jogja sebagai kota pendidikan dan kota pelajar bisa berkembang dengan budaya riset.
“Jogja sebagai kota pendidikan menjadi barometer pendidikan. Kita dibandingkan dengan Jawa Tengah penelitian di sana terus dikembangkan. Di Jogja bisa berkembang dengan budaya riset,” papar Abdurrahman.

Hal senada diungkapkan oleh Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta, Marwoto. Dirinya menjelaskan adanya pameran ilmiah remaja ini menjadi batu awal loncatan untuk pengembangan karya ilmiah pelajar.
“Ke depan akan diadakan banyak pelatihan-pelatihan dan penelitian pelajar," pungkas Marwoto. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next