Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Obat kangen, Disbud gelar pasar keroncong Kotagede 2015

Obat kangen, Disbud gelar pasar keroncong Kotagede 2015

Jogjakarta-KoPi| Mengobati kerinduan musik keroncong, Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan kelompok keroncong akan menggelar Pasar Keroncong Kotagede 2015. Acara ini akan digelar pada hari Sabtu (12/12), di Seputaran Pasar Kotagede.

Keroncong merupakan salah satu musik nusantara yang memiliki kekhasan pada alat musiknya, yaitu cuk dan cak. Cuk dan cak inilah yang menjadi inti dari permainan musik ini.

Menurut akademisi musik keroncong, Prof. Dr. Victor Ganap Keroncong berasal dari Musik Portugis “fedo” yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga di abad ke-16. Dalam perkembangannya unsur tradisional Indonesia ikut serta dalam membentuk keroncong di Indonesia.

Hal ini mengakibatkan keroncong memiliki keunikan dibandingkan musik lain. Namun, musik keroncong kian tenggelam dalam perkembangan zaman, sehingga membuat para seniman musik keroncong harap-harap cemas terhadap perkembangan musik keroncong nantinya.

Pasar keroncong Kotagede mencoba untuk mengingat kembali dan melestarikan musik keroncong di Yogyakarta. Kotagede dipilih sebagai tempat berlangsungnya acara karena terdapat banyak grup keroncong yang masih eksis hingga sekarang.

Pasar Keroncong akan serentak digelar di tiga panggung, panggung Loring Pasar, Panggung Sayangan, dan Pasar Sopingen dengan menampilkan 16 Orkes Keroncong.

Menurut musisi Djaduk Ferianto, salah seorang pencetus Pasar Keroncong Kotagede, acara ini akan menampilkan keroncong mainstream dan keroncong kontemporer yang telah mengalami modernisasi. Sesuai dengan namanya, pentas kali ini berkonsep sebuah pasar di mana banyak jenis langgam keroncong yang ditampilkan, sehingga penonton bisa leluasa memilih yang disukainya, bahkan penonton akan diberi keluasaan untuk berinteraksi.

“Acara ini diharapkan menjadi sebuah awal dari pelestarian keroncong yang berkelanjutan, sehingga Kotagede akan menjadi pusat musik keroncong seperti New Orleans yang menjadi pusat musik Jazz,”jelas Djaduk Ferianto. |Frenda Yentin|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next