Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Oase, dialog kebangsaan antar pemuda

Oase, dialog kebangsaan antar pemuda

Jakarta-KoPi| Komunitas Negeri Symphoni, Sabtu (13/12) sukses menyelenggarakan Oase ( Obrolan Antar Sekolah) bertempat di Ruang Pojok Peduli SMU Notre Dame, JL. Puri Kembangan Raya Blok.M, Kembangan, Jakarta Barat. Acara dialog Oase ini bertajuk “Berani Bicara Berani Bertindak”. Sebuah obrolan yang mengangkat nilai kebangsaan diantara anak muda.

Dalam acara dialog ini hadir narasumber seperti : Nur Arif (Dosen UI), Abdul Muiz Ghazali (Kaprodi Studi Filsafat Agama, Institut Studi Islam Fahmina, Cirebon), Antonius Dwi Hendro (Unsur kepolisian) dengan moderator Antonius Daryanto.

Acara yang digagas oleh Antonius Daryanto, Maria Theresia Ninis bersama Komunitas Negeri Symphoni (KNS) ini terbilang suskes dengan kehadiran para guru SMU Notre Dame, para siswa dan masyarakat pecinta pluralisme.
Menurut Maria Theresia Ninis acara ini bermaksud memberikan ruang dialektika diantara anak-anak muda dalam tradisi dialog yang komunikatif.

"Ini gerakan yang memberikan ruang dialetika dalam dunia sekolah dimana terjadi dialog antar siswa, guru  dengan  siswa, guru dan  siswa dengan orang tua murid.  Walau pun sepertinya hal ini mungkin sudah pernah terjadi, namun dalam suasana diskusi saat ini sangat jarang terjadi di sekolah-sekolah. Dialog adalah sebuah komunikasi dengan harapan memberi sebuah solusi atau titik temu sehingga suasana pendidikan menjadi hidup karena merasa memiliki dan mempunyai tanggung jawab bersama untuk sebuah kemajuan.

Berbangsa merupakan kesadaran mau menjadi bagian dari negeri ini yaitu mau terlibat sesuai apa yang kita mampu dan kita miliki. Mencurahkan kemampuan kita bukan hanya untuk diri sendiri namun memberikan sebuah spirit solidaritas sehingga diri kita tumbuh menjadi generasi peduli yaitu generasi yang tidak miskin hatinya.

Mari kita bangun bersama sehingga sekolah punya fungsi menjadi pusat kebudayaan, pusat wawasan, pusat nilai-nilai dan norma dan pusat daya kreatif untuk mengolah mutu hidup." Demikian Maria Theresia Ninis yang diamini Antonius Daryanto.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KNS, Antonius Daryanto mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung acara, seperti Suster Katarina Snd, para suster, guru-guru dan siswa siswi SMA Notre Dame, Mas Abdul Muiz Ghazali dan mas Nur Arif serta pak Antonius DHS Ginting, Gus Agus Sholeh yang tergabung dalam Komunitas Negeri Symphoni (KNS).

Selain dialog, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Kelompok Musik Puisi Ketapel asal Bogor dengan arahan Lawe Samagaha. Di akhir acara yang berdurasi 3,5 jam, Antonius Daryanto yang dikenal sebagai penyair dan aktor jebolan Bengkel Teater Rendra, menutup dengan membaca puisi berjudul "Aku Masih Melihat Indonesia Raya". Sebuah puisi dengan semangat penuh harapan terhadap nilai-nilai Indonesia.

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai orang-orang bergotong royong
Berbondong-bondong bersihkan got dan gorong-gorong

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai anak-anak bermain-main dihalaman
Berlarian….berkejaran…bermain silat…menari kemudian menyanyi tentang tembang dolanan

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai ibu-ibu menggendong sayuran dan dagangan pergi ke pasar
Ada kuli panggul dan orang-orang menjajakan dan terjadilah tawar menawar.

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai orang-orang kota tidak malu pergi ke desa
Bermain lendut disawah dan pergi ke ladang menanam jagung dan ketela.

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kujumpai anak-anak kecil dan orang tua ada yang pergi ke mesjid, pura,wihara dan ada pula pergi ke gereja bahkan ketempat doa lainya……mereka bertemu saling bertegur sapa bahwa kita adalah satu saudara.

AKU MASIH MELIHAT INDONESIA RAYA
Ketika kita masih…..berbahasa satu bahasa Indonesia…..berbangsa satu bangsa Indonesia….bertanah air satu tanah air Indonesia……dan punya lagu yang sama yaitu lagu INDONESIA RAYA.



back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next