Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

NPC difabel DIY pisah dari KONI DIY

NPC difabel DIY pisah dari KONI DIY

Jogajakarta-KoPi| NPC hari ini melakukan audieni ke kantor KONI DIY pukul 10.00 WIB. NPC DIY memproses keluar dari keanggotaan KONI DIY.

NPC (National Paralympic Commite) sendiri merupakan organisasi olahraga difabel yang berdiri sejak 31 Oktober 1962 yang awalnya bernama BPOC (Badan Pembinan Olahraga Cacat).

Selama ini penyelenggraan aktivitas olahraga NPC DIY berada di bawah pegawasan KONI DIY. Namun dengan keluarnya SK  NPC pusat di Surakarta per tanggal 17 April 2015 NPC DIY memutuskan keluar dari KONI DIY.

“NPC pusat menyatakan keluar dari keanggotan KONI, otomatis NPC pusat dan daerah kita udah gak punya hak anggaran mulai 2016 kita udah gak dapat anggaran, juga dalam regulasi internasional suruh keluar”, papar Kepala NPC Kabupaten Gunung Kidul Untung Subagyo.

Alasan NPC keluar karena ingin hidup secara mandiri. Keluarnya NPC dari tubuh KONI tidak menjadi masalah. Pasalnya NPC DIY hanya menjadi keanggotaan fungsional dari KONI DIY. Sehingga lepasnya NPC DIY dari KONI DIY memberi ruang lebih besar untuk memajukan keolahragaan difabel.

“Kita ingin mandiri saja mbak, mandiri dalam penganggaran dan mengurus penyandang cacat, kita ingin buktikan kita tidak dipandang sebelah mata”, papar atlet angkat besi asal Gunung Kidul ini.

Selayaknya olahraga umum, NPC juga sering terlibat dalam kejuaraan olahraga. Diantaranya Peperda (pekan olahraga daerah), Kejurnas (Kejuaraan Nasional), dan Asean Paralympic tingkat Asean.

Namun disayangkan oleh Untung Subagyo untuk kejuaraan daerah seperti kejurda dan Peperda selama empat tahun terakhir NPC DIY tidak menyelenggarakannya.

“Absennya dari penyelenggaraan olahraga karena adanya keterbatasan anggaran. Kebutuhan Peperda setidaknya 250 juta. Sementara anggaran yang diberikan cuma 50 juta “, pungkasnya.

Agenda ke depannya tim NPC DIY akan mengadakan audiensi dengan DPRD DIY dan sultan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next