Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

NPC difabel DIY pisah dari KONI DIY

NPC difabel DIY pisah dari KONI DIY

Jogajakarta-KoPi| NPC hari ini melakukan audieni ke kantor KONI DIY pukul 10.00 WIB. NPC DIY memproses keluar dari keanggotaan KONI DIY.

NPC (National Paralympic Commite) sendiri merupakan organisasi olahraga difabel yang berdiri sejak 31 Oktober 1962 yang awalnya bernama BPOC (Badan Pembinan Olahraga Cacat).

Selama ini penyelenggraan aktivitas olahraga NPC DIY berada di bawah pegawasan KONI DIY. Namun dengan keluarnya SK  NPC pusat di Surakarta per tanggal 17 April 2015 NPC DIY memutuskan keluar dari KONI DIY.

“NPC pusat menyatakan keluar dari keanggotan KONI, otomatis NPC pusat dan daerah kita udah gak punya hak anggaran mulai 2016 kita udah gak dapat anggaran, juga dalam regulasi internasional suruh keluar”, papar Kepala NPC Kabupaten Gunung Kidul Untung Subagyo.

Alasan NPC keluar karena ingin hidup secara mandiri. Keluarnya NPC dari tubuh KONI tidak menjadi masalah. Pasalnya NPC DIY hanya menjadi keanggotaan fungsional dari KONI DIY. Sehingga lepasnya NPC DIY dari KONI DIY memberi ruang lebih besar untuk memajukan keolahragaan difabel.

“Kita ingin mandiri saja mbak, mandiri dalam penganggaran dan mengurus penyandang cacat, kita ingin buktikan kita tidak dipandang sebelah mata”, papar atlet angkat besi asal Gunung Kidul ini.

Selayaknya olahraga umum, NPC juga sering terlibat dalam kejuaraan olahraga. Diantaranya Peperda (pekan olahraga daerah), Kejurnas (Kejuaraan Nasional), dan Asean Paralympic tingkat Asean.

Namun disayangkan oleh Untung Subagyo untuk kejuaraan daerah seperti kejurda dan Peperda selama empat tahun terakhir NPC DIY tidak menyelenggarakannya.

“Absennya dari penyelenggaraan olahraga karena adanya keterbatasan anggaran. Kebutuhan Peperda setidaknya 250 juta. Sementara anggaran yang diberikan cuma 50 juta “, pungkasnya.

Agenda ke depannya tim NPC DIY akan mengadakan audiensi dengan DPRD DIY dan sultan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next