Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

NPC difabel DIY pisah dari KONI DIY

NPC difabel DIY pisah dari KONI DIY

Jogajakarta-KoPi| NPC hari ini melakukan audieni ke kantor KONI DIY pukul 10.00 WIB. NPC DIY memproses keluar dari keanggotaan KONI DIY.

NPC (National Paralympic Commite) sendiri merupakan organisasi olahraga difabel yang berdiri sejak 31 Oktober 1962 yang awalnya bernama BPOC (Badan Pembinan Olahraga Cacat).

Selama ini penyelenggraan aktivitas olahraga NPC DIY berada di bawah pegawasan KONI DIY. Namun dengan keluarnya SK  NPC pusat di Surakarta per tanggal 17 April 2015 NPC DIY memutuskan keluar dari KONI DIY.

“NPC pusat menyatakan keluar dari keanggotan KONI, otomatis NPC pusat dan daerah kita udah gak punya hak anggaran mulai 2016 kita udah gak dapat anggaran, juga dalam regulasi internasional suruh keluar”, papar Kepala NPC Kabupaten Gunung Kidul Untung Subagyo.

Alasan NPC keluar karena ingin hidup secara mandiri. Keluarnya NPC dari tubuh KONI tidak menjadi masalah. Pasalnya NPC DIY hanya menjadi keanggotaan fungsional dari KONI DIY. Sehingga lepasnya NPC DIY dari KONI DIY memberi ruang lebih besar untuk memajukan keolahragaan difabel.

“Kita ingin mandiri saja mbak, mandiri dalam penganggaran dan mengurus penyandang cacat, kita ingin buktikan kita tidak dipandang sebelah mata”, papar atlet angkat besi asal Gunung Kidul ini.

Selayaknya olahraga umum, NPC juga sering terlibat dalam kejuaraan olahraga. Diantaranya Peperda (pekan olahraga daerah), Kejurnas (Kejuaraan Nasional), dan Asean Paralympic tingkat Asean.

Namun disayangkan oleh Untung Subagyo untuk kejuaraan daerah seperti kejurda dan Peperda selama empat tahun terakhir NPC DIY tidak menyelenggarakannya.

“Absennya dari penyelenggaraan olahraga karena adanya keterbatasan anggaran. Kebutuhan Peperda setidaknya 250 juta. Sementara anggaran yang diberikan cuma 50 juta “, pungkasnya.

Agenda ke depannya tim NPC DIY akan mengadakan audiensi dengan DPRD DIY dan sultan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next