Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Lembah Tidar-KoPi| Senin (17/09/18) Upacara dalam rangka 17-an. Senin, 17 Agustus 2018 di Lapangan Pancasila Akademi Militer Magelang . Sebagai Inspektur Upacara Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Eka Wiharsa, sebagai Komandan Upacara Letkol Infantri Heri Mulyadi. Hadiri para. Pejabat Distribusi, Kabalak, Seluruh Organik Akmil Militer dan Pns Akmil serta Taruna/ Taruni Akmil.

Kita ketahui bersama, bahwa menjelang pemilihan umum Capres-Cawapres pada April 2019, eskalasi suhu politik secara nasional cenderung mengalami peningkatan. untuk itu, selaku Gubernur Akademi Militer saya menekankan kepada segenap prajurit dan Taruna/ Taruni untuk selalu meme- gang teguh komitmen Netralitas dan Jati diri TNI dengan tidak terlibat politik praktis.

Hal ini sesuai dengan instruksi Panglima TNI nomor Ins/1/XII/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang pedoman netralitas TNI sebagai penjabaran maupun pelaksanaan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, dalam pemilu dan pemilukada, termasuk dalam pilpres-cawapres 2019.

Upacara yang kita laksanakan ini sepatutnya menjadi momen-momen istimewa yang membawa kita kembali untuk flash back pada sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Upacara tujuh belasan adalah merupakan saat yang tepat bagi kita semua untuk menyegarkan kembali nilai-nilai luhur pejuang bansa Kita guna dijadikan pedoman dan motivasi sebagai prajurit sejati, yang selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam setiap langkah pengabdiannya.

Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Eka Wiharsa memberikan Penekanan kepada peserta upacara," Dengan mengenang kembali nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pejuang pahlawan kusuma bangsa tersebut, diharapkan dapat meningkatkan nilai-nilai kejuangan dan kebangsaan serta semangat pengabdian yang tinggi bagi kita, untuk selalu berbuat terbaik, demi kemajuan dan kejayaan Akademi Militer tercinta.

Pada Upacara Tujuh Belasan kali ini ini, saya selaku Gubernur Akademi Militer maupun mewakili peserta reuni Alumni akabri 86, mengucapkan “terima kasih” dan “penghargaan” kepada seluruh prajurit, pns akademi militer dan para Taruna/ Taruni yang telah mendukung dan ikut mensukseskan rangkaian kegiatan Reuni Alumni Akabri 86, yang telah dilaksanakan dengan baik, aman dan lancar.namun demikian, agar tetap diadakan evaluasi secara menyeluruh, sehingga dapat lebih berhasil dan lebih sukses pada kegiatan serupa berikutnya.

Sementara itu, khusus kepada warga Akademi Militer yang memiliki hak pilih, yaitu Pns dan keluarganya, termasuk juga isteri dan anak anggota prajurit, agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan tidak golput, karena golput adalah sikap yang tidak bertanggung jawab, mengingat keberhasilan pilpres-cawapres sangat menentukan masa depan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI kedepan.

Peran media sosial (medsos) sangat kita butuhkan dalam rangka menunjang tugas-tugas kedinasan maupun pribadi. penggunaan media sosial oleh prajurit TNI dan keluarganya, sedikit banyak telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat dunia tentang TNI.

Pada saat yang sama, pemanfaatan media sosial oleh prajurit TNI juga dapat meningkatkan kepekaan, kepedulian dan wawasan prajurit terhadap perkembangan dan dinamika situasi di seantero Dunia. namun karena sifatnya yang terbuka dan merupakan ruang publik yang mudah diakses oleh siapa saja dan jika tidak dilakukan dengan benar, cermat dan waspada, maka penggunaan sarana media sosial juga dapat berdampak buruk, bahkan dapat membahayakan bagi diri pribadi maupun satuan.

Berikut saya sampaikan hal-hal tentang bagaimana berkomunikasi di media sosial, sehingga tidak bertentangan dengan norma dan aturan kedinasan.

Pengamanan terhadap akun pribadi:

Berpikirlah tentang siapa saja yang bisa membaca akun media sosial kalian. pengaturan pengamanan akun pribadi kalian dapat disesuaikan dan diaplikasikan ke semua jenis jaringan media sosial. jangan sekali-kali memposting (menyertakan) data pribadi yang sifatnya rahasia, seperti alamat, nomor telepon, nomor rekening bank dan sebagainya. hal ini dapat memicu kalian, teman dan keluarga menjadi sasaran tindak kejahatan.

Perilaku yang diperbolehkan dalam penggunaan media sosial:

Semua personel di lingkungan TNI harus tetap berpedoman pada nilai-nilai dasar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. kita harus senantiasa setia kepada NKRI dan menjaga rahasia tentara sekeras-kerasnya. pada saat offline (tidak terkoneksi dengan internet) atau online (terkoneksi internet), ketika berdinas maupun tidak, dimanapun dan kapanpun kita hendaknya bertindak sesuai norma hukum, benar dan profesional. pastikan kalian selalu menggunakan bahasa yang santun sesuai norma kepantasan sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya.

Sebelum mengakhiri amanat ini, saya sampaikan khusus kepada Taruna/ Taruni tingkat III dikarenakan Taruna/ Taruni tingkat IV saat ini sedang melaksanakan pendidikan kecabangan perwira mulai tanggal 6 agustus 2018 yang lalu sampai dengan 22 desember 2018 nanti.

Kalian adalah Taruna/ Taruni senior di kesatrian ini. tunjukkan kepada yunior kalian, bahwa kalian memang pantas menyandang predikat Taruna/ Taruni “senior” yang dapat dijadikan figur dan tauladan bagi adik-adikmu. jauhkan diri kalian dari sifat anarkis, ciptakan suasana kehidupan Korps Taruna yang harmonis dan mendidik secara positif diantara para Taruna/ Taruni

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next