Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Musim hujan, warga pinggir kali Code siaga banjir

Musim hujan, warga pinggir kali Code siaga banjir

Jogjakarta-KoPi| Meningkatnya volume banjir selama sepekan ini membuat sejumlah warga merasa khawatir. Keresahan sangat dirasakan warga di kawasan pinggiran Sungai Code. Pasalnya setahun yang lalu mereka terkena banjir dari luapan sungai Code.

Salah satu warga Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan, Sugiharyanto mengatakan warga telah mengantisipasi datangnya banjir. Pejabat kelurahan setempat meminta warga waspada dengan banjir yang mendadak. Antisipasi yang lain, warga menjalin kerjasama dengan para relawan, dan membuat radio komunitas untuk menyebarluaskan informasi bencana banjir.

"Kita ada KTB yaitu Kampung Tanggap Bencana yang dibantu relawan, kita juga ada radio komunitas, berfungsi menyebarkan informasi bencana yang disampaikan ke kelurahan," papar Sugiharyanto saat ditemui di Kelurahan Wirogunan pada Jumat, 12 Februari 2016.

Pada tahun 2015 lalu, warga di pinggiran sungai Code terkena banjir. Kampung Bintan, Surokarsan di Kecamatan Mergangsan. Banjir di Kampung Surokarsan tidak terlalu berbahaya karena pemukiman warga berada di atas serta terdapat tanggul penahan banjir.

Namun air bah sempat menggenangi kampung Bintan, ketinggian air mencapai 50-70 cm. "Yang parah kampung di bawah, Bintan itu sampai masuk rumah tingginya sekitar 50-70 cm. Waktu itu ya sempat mengungsi," jelas Sugiharyanto.

 

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next