Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

MUI: Unjuk rasa adalah hak konstitusi rakyat, Presiden tidak bisa melarang

MUI: Unjuk rasa adalah hak konstitusi rakyat, Presiden tidak bisa melarang

Jakarta-KoPi| Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat Anwar Abbas mengaku belum membaca maklumat yang dikeluarkan Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait unjuk rasa pada 2 Desember 2016.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengeluarkan maklumat terkait rencana aksi demo massa pada 2 Desember 2016. Salah satunya berisi larangan untuk berbuat makar. Unjuk rasa menuntut Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar segera ditahan. 


Maklumat ini disebar melalui helikopter di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (22/11) siang. Pamflet ini rencananya akan terus disebar di Ibukota jelang demo lanjutan 25 November dan 2 Desember mendatang.

Meski belum membaca maklumat tersebut, Anwar Abbas meminta massa yang hendak melakukan aksi 2 Desember mendatang untuk berunjuk rasa sesuai peraturan.

"Seharusnya demo itu berjalan tertib, aman dan sesuai aturan-aturan yang berlaku" ujarnya di Kantor MUI Pusat, Rabu (23/11).

Anwar Abbas juga menjelaskan terkait rencana aksi super damai yang hendak diisi dengan sholat Jum'at secara berjamaan di sepanjang Jalan Thahmrin dengan alasan Masjid Istiqal sudah tak bisa memuat ratusan ribu jama'ah.

"Sholat ya di masjid, kondisinya kan sedang berunjuk rasa. Jika jumlah massa banyak, masjid Istiqlal tidak bisa menampung massa. Bagusnya Kapolri bertemu dengan kelompok yang melakukan demo. Kapolri sudah mengirimkan surat ke MUI soal meminta pendapat ke komisi fatwa saat ini sedang dikaji, dan belum ada hasil karna baru kemarin sore surat masuk. Ujarnya

Anwar menegaskan tidak ada pihak yang bisa melarang masyarakat melakukan unjuk rasa karena dilindungi konstitusi.

"Presiden saja enggak bisa larang masyarakat untuk unjuk rasa karena dijamin undang-undang, kan ada peraturannya dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore," katanya. | Yesia Sinaga

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next