Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Muhammadiyah desak pemerintah serius tangani bencana asap

Muhammadiyah desak pemerintah serius tangani bencana asap

Jogjakarta-KoPi| Muhammadiyah mendesak pemerintah agar serius menangani asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Prof Dr Ir Muhjidin Mawardi MEng memandang pemerintah saat ini seolah putus asa bila mengandalkan penanganan asap pada hujan.

"Pemerintah hampir give up, bilang upaya sudah dilakukan tinggal doa Hujan segera diturunkan. Nunggu hujan itu pesimis, patah semangat," papar Prof Dr Ir Muhjidin saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik Di Tiro pukul 10.15 Wib.

Selain itu Muhammadiyah mengkritisi upaya pemadaman kebakaran hutan yang dilakukan pemerintah masih sangat terbatas, hanya berkutat pada pengendalian kebakaran secara konvensional.

Untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut dengan cara membuat kanal-kanal untuk membasahi lahan gambut tidak akan berhasil memadamkan api, justru akan memperparah potensi kebakaran gambut.

"Sebab kanal yang dibuat tidak terisi oleh air karena elevasi muka air lebih rendah daripada elevasi muka air tanah kecuali untuk daerah dekat dengan sungai," tambah Prof Dr Ir Muhjidin.

Sementara dalam konteks pemberdayaan masyarakat korban asap lembaga Muhammadiyah telah mematangkan program kesejahteraan. Program ini bentuk kerjasama dengan LazisMU. Pematangan program ini akan dirapatkan lebih lanjut di Jakarta pada Kamis depan.

"Kami koordinasi dengan LazisMU akan berjamaah melawan asap. Dengan rencana mendirikan sekolah anak asap, advokasi asap, pusat kajian asap, dan pelayanan kesehatan, di daerah Sumatera dan Kalimantan," kata Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Gatot Supangat.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next