Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Muhammadiyah desak pemerintah serius tangani bencana asap

Muhammadiyah desak pemerintah serius tangani bencana asap

Jogjakarta-KoPi| Muhammadiyah mendesak pemerintah agar serius menangani asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Prof Dr Ir Muhjidin Mawardi MEng memandang pemerintah saat ini seolah putus asa bila mengandalkan penanganan asap pada hujan.

"Pemerintah hampir give up, bilang upaya sudah dilakukan tinggal doa Hujan segera diturunkan. Nunggu hujan itu pesimis, patah semangat," papar Prof Dr Ir Muhjidin saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik Di Tiro pukul 10.15 Wib.

Selain itu Muhammadiyah mengkritisi upaya pemadaman kebakaran hutan yang dilakukan pemerintah masih sangat terbatas, hanya berkutat pada pengendalian kebakaran secara konvensional.

Untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut dengan cara membuat kanal-kanal untuk membasahi lahan gambut tidak akan berhasil memadamkan api, justru akan memperparah potensi kebakaran gambut.

"Sebab kanal yang dibuat tidak terisi oleh air karena elevasi muka air lebih rendah daripada elevasi muka air tanah kecuali untuk daerah dekat dengan sungai," tambah Prof Dr Ir Muhjidin.

Sementara dalam konteks pemberdayaan masyarakat korban asap lembaga Muhammadiyah telah mematangkan program kesejahteraan. Program ini bentuk kerjasama dengan LazisMU. Pematangan program ini akan dirapatkan lebih lanjut di Jakarta pada Kamis depan.

"Kami koordinasi dengan LazisMU akan berjamaah melawan asap. Dengan rencana mendirikan sekolah anak asap, advokasi asap, pusat kajian asap, dan pelayanan kesehatan, di daerah Sumatera dan Kalimantan," kata Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Gatot Supangat.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next