Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Muhammad Hanif Dzakiri: Indonesia sangat siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Jogjakarta-KoPi| Dalam waktu kurang dari empat bulan Indonesia akan menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Dengan terbukanya pasar bebas, MEA 2015 telah memberi peluang produk maupun tenaga kerja luar negeri membanjiri Indonesia. Sebagian kalangan masyarakat khawatir MEA akan memperburuk perekonomian Indonesia.

Namun kekhawatiran masyarakat disanggah oleh Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dzakiri. Menurut Hanif, Indonesia sangat siap menghadapi MEA 2015. Tentu dengan tantangan menggali potensi dan skill sumber daya manusia yang ada.

"Memasuki MEA 2015, kita siap namun ada PR yang menjadi tantangan kita tentang peningkatan sumberdaya manusia".

"Dilandasi dengan semangat kerja untuk kejayaan Indonesia," jelas Hanif seusai diskusi Strategi Pendidikan Teknologi dan Vokasional Merespon Perkembangan Industri dan Ketenagakerjaan di era MEA 2015 di Fakultas Teknik UNY pukul 11.10 WIB.

Hanif menambahkan Kementrian Ketenagakerjaan telah menerapkan tiga kebijakan dasar menghadapi MEA 2015. Ketiga strategi ini meliputi percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia, sertifikasi profesi dan mudahnya tenaga kerja asing.

Sementara untuk transfer tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus melalui ketentuan alih teknologi. Alih teknologi ini mengharuskan tenaga kerja asing mampu berbahasa Indonesia.

"Ini bukan menjadi syarat tapi ini kewajiban tenaga kerja dengan alih teknologi mereka bisa berbahasa Indonesia itu otomatis, imbuh Hanif Dzakiri. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next