Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Muhamadiyah berterima kasih pada Jokowi

Muhamadiyah berterima kasih pada Jokowi

Bantul-KoPi| Kalangan akademisi menilai reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi kali ini sudah tepat. Mengingat kondisi Indonesia saat ini yang sangat membutuhkan inovasi baru demi kemajuan bangsa. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Dr. Nano Prawoto, M.Si, selaku pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saat ditemui pada Rabu (27/7) di Ar. Fachruddin A lantai 5 Kampus Terpadu UMY.

Dr. Nano menyebutkan, waktu penggantian kabinet kali ini juga sangat tepat mengingat Indonesia saat ini yang juga tengah mengalami masa-masa stagnan dalam bidang ekonomi.

"Saat ini memang waktu yang tepat untuk reshuffle kabinet. Indonesia sudah saatnya membuat inovasi baru. Karena para menteri itu merupakan penggerak kementerian, apalagi saat ini Indonesia tengah mengalami masa-masa yang stagnan dalam bidang ekonomi. Jadi saya kira ini waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle," ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi UMY ini juga menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia selain mengalami stagnansi juga cenderung mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi jalannya roda perekonomian di bangsa ini.

“Faktor internal antara lain seperti ekspor produk ke luar negeri. Pemerintah kita belum signifikan untuk menggerakkan ekonomi secara nyata. Sedangkan faktor eksternal, contohnya seperti fenomena Brexit yang juga mempengaruhi ekonomi kita,” imbuhnya.

Dr. Nano pun menekankan agar ekspor Indonesia harus lebih ditingkatkan. “Pertumbuhan ekonomi saat ini masih didominasi oleh konsumsi nasional. Sementara ekspornya masih kurang. Karena itu, ekspor harus digenjot untuk meningkatkan produksi nasional dan nilai tukar rupiah. Karena menteri merupakan penggerak kementerian, saya kira waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle,” lanjut dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Jokowi telah melantik beberapa menteri baru untuk menggantikan menteri-menteri yang kinerjanya dinilai kurang. Dalam reshuffle kedua ini, Presiden Jokowi mengganti setidaknya 13 menteri dalam kabinetnya. Termasuk Anies Baswedan dan Ignasius Jonan. Bahkan Sri Mulyani diangkat menjadi Menteri Keuangan lagi oleh Presiden Jokowi.

Untuk nama trakhir yang disebutkan ini, Nano memiliki pandangan tersendiri. “Sri Mulyani merupakan orang yang brilian. Dia pintar dan berpengalaman dalam menangani masalah keuangan. Namun kita juga harus waspada karena dia cenderung Liberal, yang mana bertentangan dengan visi Jokowi yang menginginkan Ekonomi Kerakyatan,” Imbuhnya.

Ia kembali menambahkan bahwa sebagai menteri keuangan, Sri Mulyani harus sejalan dengan visi Jokowi. “Visi Jokowi harus bisa dijalankan oleh Menkeu yang baru. Jangan sampai arah kebijakannya melenceng dari ekonomi kerakyatan yang telah digembar-gemborkan,”tambahnya.

Sementara itu, menanggapi diangkatnya Prof. Muhadjir Effendy sebagai Mendikbud RI, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla atas amanah yang diberikan kepada Prof. Muhadjir.

Menurutnya, Prof. Muhadjir adalah ketua PP Muhammadiyah yang selama ini menggeluti dunia pendidikan yang cukup intens.

"Tugas mencerdaskan kehidupan bangsa selama ini melekat dengan denyut nadi pergerakan Muhammadiyah, dimana Pak Muhadjir menjadi bagian di dalamnya. Dia adalah sosok profesional dan pendidik yang gigih, yang mengusung spirit "Dari Muhammadiyah untuk bangsa". Karenanya tugas mendikbud tersebut selaras dengan misi Muhammadiyah yang antara lain memajukan dunia pendidikan sebagai strategi kebudayaan membangun peradaban Indonesia berkemajuan," jelasnya.

Di sisi lain, Dr. Haedar juga mengakui jika tugas baru tersebut tentunya tidaklah ringan untuk diemban oleh seseorang. Namun ia optimis bahwa tugas tersebut dapat ditunaikan dengan baik oleh Prof. Muhadjir. "Kami percaya Pak Muhadjir dapat menjaga dan menjalankan amanah itu dengan baik, tulus, dan sungguh-sungguh dengan tetap rendah hati dan penuh pengkhidmatan sebagaimana menjadi pembawaannya selama ini," tutupnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next