Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Muhadjir Effendy ingin membangkitkan film berlatar lokal

Muhadjir Effendy ingin membangkitkan film berlatar lokal

Jogja-KoPi|Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan ingin menggairahkan kembali dunia perfilman Indonesia. Menurut Muhadjir Effendy, tutupnya bioskop lokal yang dulunya sering memutar tidak hanya film, namun juga kesenian daerah menandai perubahan sosial  yang telah menggerus dunia kesenian.

"Sekarang gedung bioskop banyak yang sudah mati, dulu jumlah gedung bioskop banyak dan di setiap kecamatan ada. Kondisi saat ini, gedung bioskop sudah menghilang,"kenangnya.

Berbagai permasalahan mulai menggerogoti dunia perfilman seperti kualitas dan kuantitas penonton, pembajakan film serta penyeragaman trend perfilman.Hal ini menurutnya perlu adanya perubahan dalam dunia sineas.

Selain itu,Muhadjir menilai perlu juga adanya simbiosis mutualisme antara penonton, produser film dan yang lain  untuk mengembangkan dunia sineas Indonesia.

Dalam menghadapi permasalahan ini, Muhadjir melihat adanya potensi  pengembangan dunia perfilman Indonesia,salah satunya adalah keunikan lokalitas.

Kurangnya eksploitasi pada keunikan daerah, Muhadjir menilai adanya kemungkinan kemunduran dunia perfilman. Penonton pun dirasakan mulai kurang tertarik dengan perfilman Indonesia.

"Justru keunikan dan keekslusifan dalam film yang membuat film menarik. Tidak ada upaya untuk mengenal bahasa lokal antardaerah,"paparnya,Kamis (16/2).

Dalam pembukaan Rapat koordinasi Sinkronisasi pengembangan perfilman yang diadakan di Gedung P4TK di Jalan Kaliurang, Muhadjir berharap nantinya akan terjadi Sinkronisasi dan kerja sama antara pusat pengembangan (pusbang) film dengan tugas fungsi UPT di daerah.

Rakor ini sendiri dihadiri oleh Hardiansyah dari Komisi X DPR, Didik Suhadi dari Sekretaris jenderal Kementerian pendidikan dan Kebudayaan,serta 182 peserta baik dari pemerintah pusat dan daerah.

Dalam rakor yang diadakan selama 3 hari dari tanggal 16 sampai 18 Februari,Muhadjir berharap agar tercapai kesepakatan antara pemda,seniman lokal,penggiat perfilman agar nantinya dapat menaikkan gairah film Indonesia.

Karena Muhadjir sadar betul untuk mengangkat kembali dunia perfilman Indonesia yang unik diperlukan usaha dari berbagai pihak. Muhadjir sendiri sudah mengapresiasi sineas muda yang sudah berani mengangkat budaya dalam film Indie berdurasi pendek.

"Bayangkan saja jika setiap provinsi dan daerah hal ini bisa terlaksana,maka akan ada sekitar film dengan mengangkat budaya daerah berjumlah 600 yang dapat dibuat,hal ini akan sangat memberikan kemajuan di dunia perfilman Indonesia,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next