Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Muhadjir Effendy ingin membangkitkan film berlatar lokal

Muhadjir Effendy ingin membangkitkan film berlatar lokal

Jogja-KoPi|Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan ingin menggairahkan kembali dunia perfilman Indonesia. Menurut Muhadjir Effendy, tutupnya bioskop lokal yang dulunya sering memutar tidak hanya film, namun juga kesenian daerah menandai perubahan sosial  yang telah menggerus dunia kesenian.

"Sekarang gedung bioskop banyak yang sudah mati, dulu jumlah gedung bioskop banyak dan di setiap kecamatan ada. Kondisi saat ini, gedung bioskop sudah menghilang,"kenangnya.

Berbagai permasalahan mulai menggerogoti dunia perfilman seperti kualitas dan kuantitas penonton, pembajakan film serta penyeragaman trend perfilman.Hal ini menurutnya perlu adanya perubahan dalam dunia sineas.

Selain itu,Muhadjir menilai perlu juga adanya simbiosis mutualisme antara penonton, produser film dan yang lain  untuk mengembangkan dunia sineas Indonesia.

Dalam menghadapi permasalahan ini, Muhadjir melihat adanya potensi  pengembangan dunia perfilman Indonesia,salah satunya adalah keunikan lokalitas.

Kurangnya eksploitasi pada keunikan daerah, Muhadjir menilai adanya kemungkinan kemunduran dunia perfilman. Penonton pun dirasakan mulai kurang tertarik dengan perfilman Indonesia.

"Justru keunikan dan keekslusifan dalam film yang membuat film menarik. Tidak ada upaya untuk mengenal bahasa lokal antardaerah,"paparnya,Kamis (16/2).

Dalam pembukaan Rapat koordinasi Sinkronisasi pengembangan perfilman yang diadakan di Gedung P4TK di Jalan Kaliurang, Muhadjir berharap nantinya akan terjadi Sinkronisasi dan kerja sama antara pusat pengembangan (pusbang) film dengan tugas fungsi UPT di daerah.

Rakor ini sendiri dihadiri oleh Hardiansyah dari Komisi X DPR, Didik Suhadi dari Sekretaris jenderal Kementerian pendidikan dan Kebudayaan,serta 182 peserta baik dari pemerintah pusat dan daerah.

Dalam rakor yang diadakan selama 3 hari dari tanggal 16 sampai 18 Februari,Muhadjir berharap agar tercapai kesepakatan antara pemda,seniman lokal,penggiat perfilman agar nantinya dapat menaikkan gairah film Indonesia.

Karena Muhadjir sadar betul untuk mengangkat kembali dunia perfilman Indonesia yang unik diperlukan usaha dari berbagai pihak. Muhadjir sendiri sudah mengapresiasi sineas muda yang sudah berani mengangkat budaya dalam film Indie berdurasi pendek.

"Bayangkan saja jika setiap provinsi dan daerah hal ini bisa terlaksana,maka akan ada sekitar film dengan mengangkat budaya daerah berjumlah 600 yang dapat dibuat,hal ini akan sangat memberikan kemajuan di dunia perfilman Indonesia,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next