Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mudik Lebaran, Supir angkot keluhkan penumpang sepi

Mudik Lebaran, Supir angkot keluhkan penumpang sepi
Jakarta - KoPi | H-8 lebaran, kota Jakarta mulai terasa sepi. Meskipun kemacetan masih merajalela di beberapa ruas jalan Jakarta, beberapa sopir angkot (angkutan kota) mulai keluhkan sepinya penumpang.

Salah satunya adalah sopir angkot M-20 jurusan Pasar Minggu- Jagakarsa. Ramli mengeluhkan dua hari ini angkotnya mulai sepi penumpang. Ia menduga sepinya penumpang dua hari belakangan ini dikarenakan masyarakat yang mulai mudik ke kampungnya masing-masing. Padahal, lebaran masih dikategorikan beberapa hari lagi.

“Sekali narik saya cuma bawa 3-5 penumpang. Bensin kebuang, setoran jalan, tapi penumpang pada ilang. Mudik semua” ujarnya kepada KoPi.

Ramli turut menyalahkan beberapa pihak atas kosongnya penumpang. “Tuh Go-jek juga kan makin laris. Orang pada lari ke sana semua. Makin sepi deh sekarang penumpangnya” lanjutnya.

Baginya. Jika mendapatkan minimal 6 penumpang dalam sekali perjalanan dirinya sudah akan untung. Apalagi dengan adanya setoran yang harus diberikan kepada empunya kendaraan sebesar 200 ribu rupiah dalam satu shift.

Ia kerap bingung dengan beberapa hari kedepan. Pasalnya lebaran memang semakin sebentar, pastinya semakin banyak masyarakat yang berbondong-bondong mudik ke kampungnya.

Di sisi lain, masyarakat asli Jakarta masih membutuhkan jasa angkot untuk berpergian.

“Soalnya kita gak bisa ngetem lama, kan angkot lain juga masih banyak beroperasi. Ngetem gantian sama sopir lain. Tapi ya gitu, penumpangnya dikit-dikit. Jadi angkotnya banyak, penumpangnya kosong” lanjutnya. |Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next