Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Meski surplus, stok daging sapi masih terancam defisit

Meski surplus, stok daging sapi masih terancam defisit

Jogjakarta-KoPi| Stok daging sapi wilayah DIY mengalami surplus di tahun 2015. Dengan jumlah 320 ribuan ekor sapi. Produksi setahunnya mencapai 8.868 ton. Sementara kebutuhan konsumsi rata-rata 7 ribu ton.
Kepala bidang peternakan Dinas Pertanian DIY mengatakan konsumsi daging masyarakat Jogja stabil. Tidak ada kenaikan secara signifikan per tahunnya.

"Permintaan stabil dari tahun-tahun, yang sering mengkonsumsi kan dari pedagang bakso dan soto,"jelas Sutarno saat ditemui di kantor pada tanggal 13 Januari 2015.

Sutarno menambahkan dinas peternakan tetap menggenjot produksi daging sapi. Targetnya satu tahun sapi melahirkan dua kali. Selama ini paling cepat sapi lokal dua tahun baru melahirkan. Penghitungan populasi 70% sapi betina dan sisanya 30% sapi betina.

Pasalnya meski terbilang surplus, belum ada kepastian akan tetap tercukupi. Keadaan produktivitas saat ini belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Masyarakat lebih senang menjual sapi daripada memotong sapi untuk daging.

Sehingga kebutuhan daging sapi terancam defisit. Kelompok peternak sapi memilki sapi kisaran maksimal 20 ekor per orang. Sistem pemeliharaannya tidak berorientasi keuntungan. "Masyarakat mau motong sapi kalau lagi butuh duit, dagingnya untuk dijual," kata Sutarno.

Meski demikian kebutuhan sehari-hari konsumsi masyarakat DIY stok sapi bisa mencukupi. Kebutuhan daging sapi terbesar hanya saat Idul Adha, dengan kebutuhan 20-25 ribu ekor. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next