Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Menteri Yohana stress dikejar-kejar DPR

Menteri Yohana stress dikejar-kejar DPR
Surabaya - KoPi| Perjuangan menghapuskan kekerasan pada perempuan dan anak tidak bisa dilakukan seorang diri. Perlu jejaring yang kuat untuk menangani isu-isu perempuan, gender, anak, dan keluarga, terutama di saat tidak banyak yang peduli pada isu tersebut.
 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise Dalam Kongres Nasional Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Seluruh Indonesia (ASWGI) di Universitas Airlangga, Surabaya (20/8). 

Yohana berharap peserta kongres dan konferensi ASWGI dapat membangun kerjasama yang strategis dengan lembaga, kementerian terkait dan pemerintah dalam menangani isu-isu perempuan, gender, anak dan keluarga dengan pendekatan yang menyeluruh. 

“Pusat Studi Wanita tolong membuat pemetaan permasalahan, bisa disampaikan ke saya sehingga para stakeholder bisa langsung merumuskan solusinya. Karena nanti pada 20-21 Oktober ada pertemuan di Jayapura untuk membicarakan perlindungan perempuan dan anak,” janji Yohana.

Terkait tingginya kasus kekerasan pada anak di Indonesia, Menteri kelahiran Manokwari ini akan bekerjasama dengan Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-dikti) mencanangkan program “One Student Save One Family”.

“Bentuknya adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN), satu mahasiswa mengawal satu keluarga, dengan memperhatikan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan keluarga tersebut,” paparnya.

Yohana sempat berceletuk, selama menjadi menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo, ia merasa stress. Pasalnya, ia selalu dicecar berbagai pertanyaan oleh DPR mengenai program peningkatan kesejahteraan perempuan. Masalahnya, kementerian yang ia tangani hanya mendapat anggaran yang sedikit.

"Saya ditegur DPR, kalau cuma sedikit, kenapa tidak minta tambahan ke Presiden. Saya akhirnya curhat ke Presiden, dan beliau berjanji akan menambah anggaran untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," ungkapnya.

Yohana menambahkan, bahwa penanganan isu gender dan perlindungan anak memiliki tiga indikator keberhasilan, yaitu gender mainstreaming (pengarusutamaan gender), sustainable development (pembangunan berkelanjutan), dan good governance (pemerintahan yang bersih).

Dalam waktu 20 tahun implementasi Kerangka Aksi Beijing (BPFA), berbagai capaian dan kemajuan telah diraih. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri masih banyak pula tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian 12 UU strategis yang tertuang dalam BPFA.

"Meski pun banyak yang telah dicapai dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, akan tetapi masih panjang perjuangan yang harus dilakukan agar perempuan dan anak terbebaskan dari tindak kekerasan, perempuan dan anak mendapatkan akses terhadap program dan kegiatan, serta memperoleh manfaat dari berbagai aspek pembangunan," lanjut Menteri Yohana.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next