Menu
Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor SAR Yogyakarta

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor …

YOGYAKARTA - Senin (14/08...

Penyadang disabilitas merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah

Penyadang disabilitas merasa diperl…

Sleman-KoPi| Organisasi P...

Organisasi Penyandang Difabel ajak masyarakat kawal PP penyandang Difabel

Organisasi Penyandang Difabel ajak …

Sleman-KoPi| Organisasi P...

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan M…

Sleman-KoPi|Koalisi Masya...

Paket umrah 15-17 juta berpotensi tipu calon jemaah

Paket umrah 15-17 juta berpotensi t…

Jogja-KoPi|Kepala Kanwil ...

Prev Next

Menteri Pemberdayaan Perempuan mengajak perempuan Indonesia tidak bekerja di luar negeri

Menteri Pemberdayaan Perempuan mengajak perempuan Indonesia tidak bekerja di luar negeri

Jogja-KoPi|Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(Menpppa), Yohana Susana Yembise, mengajak kepada masyarakat khususnya perempuan untuk tidak bekerja di luar negeri.Yohana menjelaskan permasalahan utama yang sedang dihadapi oleh Kemenpppa adalah perdagangan manusia lewat Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja diluar negeri.

Ia pun menceritakan pihaknya baru saja menemui TKW di Hongkong , Dubai, Malaysia yang berjumlah 250 TKW . Semua TKW tersebut mengalami permasalahan pekerjaan , seperti perlindungan dan pemenuhan hak perempuan.

"Kami baru saja menemui 250 TKW yang bekerja di Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia. Semuanya menyampaikan keluhan yang sama. Mereka menangis dan meminta untuk pulang ke tanah air," katanya saat diwawancarai di Jetis Harjo, Kali Code,Sabtu (10/6).

Yohana menjelaskan permaslahan yang dihadapi TKW bervariasi seperti gaji yang tidak pernah dibayar sampai ke permasalahan kekerasan dan pemerkosaan WNI.

Ia melihat penyebab banyaknya TKW yang tertarik bekerja keluar negeri adalah iming-iming dari pihak tertentu yang ternyata pihak tersebut terjalin dengan jaringan human traficking.

Permasalahan inilah yang menurutnya perlu segera diatasi, salah satunya adalah mencegah perempuan bekerja diluar negeri.

Meski demikian, Yohana tidak serta merta melarang sepenuhnya perempuan untuk tidak bekerja diluar negeri, hanya larangan untuk bekerja dibawah lembaga pekerjaan yang tidak jelas perlindungan perempuannya.

"Kecuali kalau tawaran pekerjaan tersebut formal dan dapat dipercaya . Namun kalo semisal hanya ikuta-ikutan, jangan mau. Itu kemungkinan human traficking dan itu harus dibatasi,"lanjutnya.

Selain perlarangan tersebut,Kemenpppa juga akan memberikan edukasi lebih terkait pekerjaan keluar negeri agar membatasi human traficking. Edukasi akan terfokus ke daerah yang disinyalir berpeluang sebagai daerah kantung traficking seperti Jatim,Jateng,Jawa barat,NTT,dan NTB.

"Kepala desa harus bersama kita demi mencegah perempuan kita agar tidak pergi keluar negeri dan mengikuti progam yang tidak jelas," tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next