Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Menteri Desa, PR besar pembangunan desa pada 'infrastruktur'

Menteri Desa, PR besar pembangunan desa pada 'infrastruktur'

Jogjakarta-KoPi| Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar menjelaskan program pembangunan desa masih terkendala oleh infrastruktur dan aksesbilitas. Hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Marwan juga menambahkan keadaan desa semakin diperburuk dengan berkurangnya masyarakat desa akibat urbanisasi ke kota. “Itu masalah kurangnya lapangan kerja, data BPS menunjukan sekitar 62,63% atau 27,73 juta jiwa masyarakat miskin tinggal di desa, ini kebanyakan desa pinggiran, dampak lainnya seperti rendahnya pelayanan kesehatan, pendidikan dan fasilitas ekonomi, sosial dan budaya,” jelas Marwan Jafar di Fakultas Peternakan UGM pukul 11.00 WIB.

Data BPS menyatakan akibat urabanisasi telah mengurangi jumlah penduduk desa secara signifikan, sebesar 50,21% pada tahun 2010. Menurut Marwan fakta ini menjadi PR besar bagi Kementrian Desa melakukan terobosan untuk mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Ini mendesak membangun kesejahteraan masyarakat dari pinggiran, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas desa pinggiran dan pinggiran kota,” kata Marwan.

Kementrian Desa telah melakukan program meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui basis sektor pertanian dan peternakan. Aplikasi sektor pertanian dengan distribusi bantuan bibit ke desa-desa. Sementara sektor peterakan dengan program peternakan yang terintegrasi.

“Sekarang pola peternakan masih tradisional, dari proses awal hingga produk akhir. Kita ada upaya sistemik, dengan struktur bangunan kandang, sistem pangan, harapannya ketika waktu panen nanti produk berkualitas dan berdaya jual tinggi,” pungkas Marwan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next