Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Menpan, akui banyak instansi pusat belum memilki akuntabilitas yang baik

Menpan, akui banyak instansi pusat belum memilki akuntabilitas yang baik

Jogjakarta-KoPi| Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) Yuddy Chrisnandy, memuji keberhasilan Propinsi DIY dalam penyelenggaraan Akuntabilitas publik.

Menpan menilai program-program pembangunan DIY memilki akuntabilitas publik yang baik. Prestasi DIY ini diharapkan dapat menjadi role model bagi 34 propinsi lain di Indonesia.

"DIY sudah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTT), akuntabilitas kinerja pemerintah itu nilainya A, satu-satunya propinsi di Indonesia yang dapat nilai A. Kedua, DIY memiliki peta jalan reformasi dan birokrasi yang mandiri. Banyak sekali ukuran DIY, untuk kita tetapkan jadi role model nasional bagi daerah lain,” tutur Yuddy seusai acara Penguatan Akuntabilitas Publik di Hotel Inna Garuda pukul 11.00 WIB.

Yuddy menyadari selama ini masih banyak propinsi di Indonesia yang mendasarkan pembangunan daerah pada anggaran. Idealnya pembangunan, mengeluarkan sedikit anggaran dengan hasil yang optimal.

Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi propinsi dan instansi terkait. “Banyak instansi pusat belum melaksnakan, pembangunan fisiknya orientasi pada belanja modal. Kinerja akuntabilitas di sini bukan ukuran penghabisan anggaran. (idealnya) Ini serapan sedikit tapi hasil maksinal ini contohnya di jogja,”.

Terkait dengan catatan instansi pusat yang memiliki PR akuntabilitas yang belum sempurna, Yuddy tidak berkomentar banyak. "Ini memang ada kebijakannya, tapi (kewenangan) Menteri Keuangan." |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next