Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menjaga Indonesia seabadi Majapahit

Menjaga Indonesia seabadi Majapahit
Surabaya - KoPi | Keberagaman di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa banyaknya potensi konflik. Ancaman tersebut sering menjadi kekhawatiran akan masa depan keutuhan NKRI. Benarkah keberagaman juga yang akan mengakhiri sejarah NKRI?
 

Pakar konflik Universitas Airlangga Novri Susan mengatakan, keberagaman sudah menjadi jati diri Indonesia sejak dulu kala. Sejak masa kejayaan Majapahit, masyarakat sudah menghadapi keberagaman.

"Majapahit bisa bertahan karena masyarakatnya plural dan mereka memegang prinsip-prinsip pluralisme. Saat itu masyarakat Hindu bisa hidup berdampingan dengan Masyarakat buddha dengan damai. Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa bertahan lebih lama dari Majapahit?" ungkap Novri ketika menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Potensi Ancaman Keutuhan NKRI Akibat Konflik Sosial di Indonesia" di UIN Sunan Ampel Surabaya (3/5).

Sosiolog yang juga pakar branding tersebut menyatakan, selama ini masyarakat selalu menyamakan konflik dengan kekerasan fisik. Padahal ada konflik fisik dan ada konflik damai. "Perlu diketahui, setiap relasi selalu menimbulkan konflik. Beda pendapat itu konflik damai, dan konflik damai justru akan menjaga relasi," terang Novri.

Karena itu, kunci utama menjaga keberagaman di Indonesia adalah memecahkan konflik dg cara damai, yaitu melalui dialog dan negosiasi. Apa syarat dialog yang baik? Dengan cara mendengarkan.

"Fondasi dialog itu 60%-nya dengan cara mendengar. Yang kedua, jangan menyalahkan pihak lain. Melalui cara tersebut, kita dapat membangun komunikasi nirkekerasan," pungkas Novri.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next