Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menjaga Indonesia seabadi Majapahit

Menjaga Indonesia seabadi Majapahit
Surabaya - KoPi | Keberagaman di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa banyaknya potensi konflik. Ancaman tersebut sering menjadi kekhawatiran akan masa depan keutuhan NKRI. Benarkah keberagaman juga yang akan mengakhiri sejarah NKRI?
 

Pakar konflik Universitas Airlangga Novri Susan mengatakan, keberagaman sudah menjadi jati diri Indonesia sejak dulu kala. Sejak masa kejayaan Majapahit, masyarakat sudah menghadapi keberagaman.

"Majapahit bisa bertahan karena masyarakatnya plural dan mereka memegang prinsip-prinsip pluralisme. Saat itu masyarakat Hindu bisa hidup berdampingan dengan Masyarakat buddha dengan damai. Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa bertahan lebih lama dari Majapahit?" ungkap Novri ketika menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Potensi Ancaman Keutuhan NKRI Akibat Konflik Sosial di Indonesia" di UIN Sunan Ampel Surabaya (3/5).

Sosiolog yang juga pakar branding tersebut menyatakan, selama ini masyarakat selalu menyamakan konflik dengan kekerasan fisik. Padahal ada konflik fisik dan ada konflik damai. "Perlu diketahui, setiap relasi selalu menimbulkan konflik. Beda pendapat itu konflik damai, dan konflik damai justru akan menjaga relasi," terang Novri.

Karena itu, kunci utama menjaga keberagaman di Indonesia adalah memecahkan konflik dg cara damai, yaitu melalui dialog dan negosiasi. Apa syarat dialog yang baik? Dengan cara mendengarkan.

"Fondasi dialog itu 60%-nya dengan cara mendengar. Yang kedua, jangan menyalahkan pihak lain. Melalui cara tersebut, kita dapat membangun komunikasi nirkekerasan," pungkas Novri.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next