Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mendagri: Indonesia siap menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2019

Mendagri: Indonesia siap menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2019

Sleman-KoPi| Menteri Dalam Negeri,  Tjahyo Kumolo,mengatakan Indonesia siap mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) dengan sistem E-Voting pada Pemilu serentak di tahun 2019.

Menurutnya, sampai saat ini Pemilu serentak berlangsung hingga berhari-hari dan dinilai kurang efektif.

Di sisi lain KPU berharap agar kotak suara tidak perlu menginap di kantor KPU selama proses Pemilu.

"KPU menginginkan kotak suara tidak perlu bermalam dan pada hari yang sama saat Pemilu. KPU ingin memberikan jawaban siapa yang menang pada Pemilu di hari yang sama”, katanya di UGM, Kamis (27/4).

Tjahyo  mengatakan perubahan e-voting pada Pemilu serentak bukanlah hal yang mustahil. Dia menginformasikan terkait data kependudukan untuk kepentingan Pemilu serentak sudah selesai sampai ke alamat-alamat penduduk,seperti kota, kotamadya, kecamatan dan kabupaten di tahun 2018.

"KPU tinggal melakukan verifikasi ulang seperti rekam penduduk dan lain-lain. Kalau itu bisa maka sangat mungkin E-Voting dilakukan”, terangnya.

Lanjutnya dengan E voting  di hari yang sama setelah proses di TPS selesai , semua data diwaktu yang bersamaan akan diteruskan ke pusat untuk diolah. E-voting pun juga sukses diterapkan negara lain seperti di India dan Filipina, pencoblosan di pagi hari dan pada pukul 3 sore mereka sudah mendapatkan jawaban presiden yang menang.

"Kita tidak boleh kalah sama India yang jumlah rakyatnya milyaran bisa melakukan di E voting, masa kita 178 juta penduduk tidak bisa?”, jelasnya.

Model percepatan proses pemilu memang sedang dikejar oleh pemerintahan. Hal ini pun ditunjukkan dengan ketetapan pemerintah yang memerintahkan agar waktu kampanye pada paslon berlangsung cepat sehingga tidak menimbulkan gesekan antar parpol.

Dia juga menambahkan terkait E-Voting tidak perlu melakukan perubahan UU KPU,cukup dengan UU pemilu yang menekankan asas demokratis, transparan, dan jujur sudah bisa dilakukan E-voting.

"Nantinya saat pelaksanaan E-Voting, KPU tetap melakukan tugasnya sebagai penyelenggara, Bawaslu sebagai pengawasnya, TNI, Polri dan Badan intel sebagai pengamanan dan proses ini dimonitoring oleh semua masyarakat, akademisi dan pers”,  pungkasnya.|Syafiq Syaidul Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next