Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mendagri: Indonesia siap menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2019

Mendagri: Indonesia siap menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2019

Sleman-KoPi| Menteri Dalam Negeri,  Tjahyo Kumolo,mengatakan Indonesia siap mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) dengan sistem E-Voting pada Pemilu serentak di tahun 2019.

Menurutnya, sampai saat ini Pemilu serentak berlangsung hingga berhari-hari dan dinilai kurang efektif.

Di sisi lain KPU berharap agar kotak suara tidak perlu menginap di kantor KPU selama proses Pemilu.

"KPU menginginkan kotak suara tidak perlu bermalam dan pada hari yang sama saat Pemilu. KPU ingin memberikan jawaban siapa yang menang pada Pemilu di hari yang sama”, katanya di UGM, Kamis (27/4).

Tjahyo  mengatakan perubahan e-voting pada Pemilu serentak bukanlah hal yang mustahil. Dia menginformasikan terkait data kependudukan untuk kepentingan Pemilu serentak sudah selesai sampai ke alamat-alamat penduduk,seperti kota, kotamadya, kecamatan dan kabupaten di tahun 2018.

"KPU tinggal melakukan verifikasi ulang seperti rekam penduduk dan lain-lain. Kalau itu bisa maka sangat mungkin E-Voting dilakukan”, terangnya.

Lanjutnya dengan E voting  di hari yang sama setelah proses di TPS selesai , semua data diwaktu yang bersamaan akan diteruskan ke pusat untuk diolah. E-voting pun juga sukses diterapkan negara lain seperti di India dan Filipina, pencoblosan di pagi hari dan pada pukul 3 sore mereka sudah mendapatkan jawaban presiden yang menang.

"Kita tidak boleh kalah sama India yang jumlah rakyatnya milyaran bisa melakukan di E voting, masa kita 178 juta penduduk tidak bisa?”, jelasnya.

Model percepatan proses pemilu memang sedang dikejar oleh pemerintahan. Hal ini pun ditunjukkan dengan ketetapan pemerintah yang memerintahkan agar waktu kampanye pada paslon berlangsung cepat sehingga tidak menimbulkan gesekan antar parpol.

Dia juga menambahkan terkait E-Voting tidak perlu melakukan perubahan UU KPU,cukup dengan UU pemilu yang menekankan asas demokratis, transparan, dan jujur sudah bisa dilakukan E-voting.

"Nantinya saat pelaksanaan E-Voting, KPU tetap melakukan tugasnya sebagai penyelenggara, Bawaslu sebagai pengawasnya, TNI, Polri dan Badan intel sebagai pengamanan dan proses ini dimonitoring oleh semua masyarakat, akademisi dan pers”,  pungkasnya.|Syafiq Syaidul Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next