Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

lugman

Jogja-KoPi|Menteri Agama (Menag) RI, Luqman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa semua agama menolak tindakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Hal ini disampaikan untuk merespon putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi soal LGBT beberapa waktu lalu.

"Semua agama tidak menyetujui tindakan LGBT. Perilaku ini ditolak semua agama dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama serta iktifat atau tidak ada keraguan didalamnya,"tegas Menag usai acara Gebyar Kerukunan di GOR UNY, Senin (18/12).

Menag juga menjelaskan tidak hanya pandangan agama yang menolak, namun norma hukum positif Indonesia juga tidak mengizinkan LGBT. Hal ini bisa dilihat dari undang-undang perkawinan yang menegaskan bahwa perkawinan ditetapkan sah apabila kedua mempelai sejatinya berbeda jenis kelamin antara satu sama lain, bukan sesama jenis.

"Jadi tentunya tidak ada norma hukum yang melegalisasikan tindakan(LGBT) itu ," jelasnya.

Luqman mengimbuhkan persoalan saat ini bukanlah penolakan namun bagaimana umat beragama menyikapi pelaku yang memiliki orientasi seksual seperti LGBT. Menag pun memaparkan sampai saat ini muncul keragaman pandangan seperti dari pemuka, akademisi agama, kesehatan, kejiwaan dan ahli sosial yang melihat fenomena ini.

Bentuk pandangannya bervariatif seperti pendapat perilaku penyimpangan, masalah sosial, kutukan dari Tuhan, hingga takdir sejak bayi. Ia menegskan semua pandangan ini tidak harus diterima secara langsung ataupun ditolak secara mentah-mentah.

"Menurut hemat saya, masing masing pandangan ini harus dihormati dan dihargai,"timpalnya.

Lebih lanjut , Luqman mengatakan dirinya tidak akan menyalahkan para pelaku LGBT atas perilaku mereka. Menag mengajak semua penganut agama agar mengarahkan para pelaku LGBT ini kembali ke ajaran yang benar. Respon mengucilkan dan menjauhi pelaku LGBT ,menurutnya justru dirasanya tidak sesuaai dengan tujuan semua agama.

"Jadi menurut saya, kita harus merangkul serta mengayominya (pelaku LGBT), bukan di kucilkan dan dijauhi. Justru kewajiban kita sebagai umat penganut agama ,bahwa agama itu mengajarkan kalau kita tahu ,katakanlah tindakan yang mereka lakukan sesat, kita harus mengajak mereka ke jalan yang benar,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next