Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Soal jalan ilegal, Green House blokir jalan MTS Karangkajen

Mediasi pihak perumahan Green House  dengan Ketua DPRD Kota Jogja, Sujanarko Mediasi pihak perumahan Green House dengan Ketua DPRD Kota Jogja, Sujanarko

Jogjakarta-KoPi| Persetreruan antara pihak MTS Karangkajen dengan warga perumahan Green House telah mencapai klimaknya. Warga perumahan Green House akhirnya menutup akses jalan di sisi selatan, yang menuju sekolahan MTS Unit 2 Karangkajen.

Namun aksi warga Green House mendapat penolakan dari Pemkot Kota Jogja. Subuh dini hari tadi, Walikota Jogja, Haryadi Suyudi turun tangan membongkar pagar jalan di sisi selatan.

“Subuh Pak Walikota datang sama rombongan Satpol PP buka jalan yang selatan, yang dipagar,” tutur salah seorang warga.

Sementara Ketua RW 23 Perumahan Green House, Wikan Danardono menjelaskan warga keberatan dengan dibukanya akses jalan di sisi selatan karena akses tersebut akan mengganggu kenyamanan dan keamanan warga. "Warga khawatir dengan dampak lingkungan seperti kepadatan lalu lintas di jalan kampung," jelas Wikan.

Sebagai gantinya Wikan menawarkan akses jalan sisi utara. Namun pihak MTS Karangkajen mengaku tidak mampu membeli tanahnya. "Lalu kami menawarkan bantuan untuk membelinya," tambah Wikan.

Sejak awal warga perumahan Green House seringkali melakukan mediasi dengan pihak MTS Karangkajen namun tidak membuahkan hasil.

Setelah pembongkaran pagar oleh Walikota Jogja, Wikan tidak tinggal diam. Wikan yang tergabung dengan tim sembilan Green House melobi pihak DPRD Kota Jogja. Mereka meminta pihak DPRD turut membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Pernyataan pihak MTS Karangkajen

Kepala MTS Karangkajen Sukarni, SH mengatakan sejak tahun 2013 telah melakukan mediasi dengan pihak Green House untuk membuka jalan sisi selatan.

Jalan sisi selatan ini untuk akses jalan bangunan sekolah baru MTS Unit 2 Karangkajen. Bangunan baru kini masih dalam tahap penyempurnaan.

Bangunan baru dibuat karena gedung unit 1 tidak mampu lagi menampung siswa.
“Unit ini sangat crowded. Kami melirik lahan ini difungsikan ruang kelas belajar,” kata Sukarni.

Sukarni memaparkan tanah untuk unit 2 menggunakan tanah wakaf dari warga non perumahan Green House. Namun Sukarni menyayangkan keberatan dari Ketua RW 23 Green House, Wikan Danardono.

Guna menyelesaikan persoalan ini, pihak MTS Karangkajen telah melakukan banyak mediasi dengan pihak terkait. "Ketua RW 23 menyatakan jalan ini (sisi selatan) tidak dibuka, kita banyak melakukan mediasi dengan kelurahan, kecamatan," tambah Sukarni. |Winda Efanur FS|Cucuk Armanto|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next