Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Jogjakarta-KoPi| Langkah mediasi antara kelima PKL Gondomanan dengan Eka Aryawan ditunda hingga Selasa tanggal 6 Oktober 2015 pukul 10.00 Wib. Pasalnya Eka Aryawan berhalangan hadir. Mediasi dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB, namun hingga pukul 15.00 WIB, Eka Aryawan tidak ada konfirmasi.

Tim Panitikismo, Acil Suyanto menjelaskan Tim Panitikismo sebelumnya pada tanggal 30 September 2015 lalu Eka Aryawan telah menyanggupi kehadiran undangan mediasi. Tim panitikismo mengganggap ketidkahadiran Eka Aryawan tanpa konfirmasi tersebut karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kami berprasangka baik, mungkin ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan,” jelas Acil.

Selanjutnya Tim Panitikismo akan membuka mediasi kedua pada tanggal 6 Oktober nanti. Mediasi kedua merupakan kesempatan terakhir kedua belah pihak bermusyawarah menjelaskan permasalahan yang terjadi.

“Pak Eka menerima undangan dan mendatangani, tujuan kita sejak 2012 untuk proses proses mediasi antara PKL dengan Pak Eka, kami berinisiatif mempertemukan mereka, tapi hari ini tanpa ada kabar, kami akan mengundang yang kedua dan terakhir,” tutur Acil.

Sementara salah satu PKL, Agung mengungkapkan kekecewaannya pada ketidakhadiran Eka Aryawan. "Kita kecewa, tadi tidak bisa dihubungi katanya Hp-nya mati."

Secara terpisah kuasa hukum Eka Aryawan, Onchan Poerba menjelaskan agar persoalan kedua pihak diselesaikan melalui hukum yang kini sedang berjalan.

"Biarlah ini diselsaikan hukum, tidak boleh ikut campur, Sultan sudah ngomong gak mau ikut-ikut urusan kedua pihak, ini menghormati proses hukum,” jelas Onchan melalui telepon. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next