Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Media Australia ramai-ramai beritakan tuntutan warga Timor Barat

Media Australia ramai-ramai beritakan tuntutan warga Timor Barat

KoPi| Hari ini 9 Februari 2015, media Auastralia serempak menurunkan haedline tentang "Kasus Petaka Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor". Ada sekitar 7 media di seluruh bagian Austaria di antaranya Sydney Morning Herald yang menurunkan judul "West Timor Awaits Abbott Montara Response".

Respon ini dipandang sebagai langkah maju bagi perjuangan Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) dan masyarakat setelah peristiwa tumpahan minyak di Montara 2019 yang merusak alam sekitar.

Meledaknya Anjungan minyak Montara yang dioperasikan PTTEP Australasia asal Thailand di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009, telah mencemari hampir 90 persen wilayah perairan Indonesia.

Tumpahan  minyak  mentah  (crude  oil)  yang  bercampur  zat  timah  hitam  dengan  volume diperkirakan 2000 barel/hari itu, berlangsung selama 74 hari, namun volume tumpahan minyak ini berdasarkan hasil penyelidikan Komisi Penyelidik Montara tidak dapat divalidasi karena tidak adanya sebuah penelitian ilmiah yang independen dan transparan yang dapat divalidasi kebenarannya.

Volume  tumpahan  minyak  ini,  menurut  Komisi  Penyelidik  Monata,  hanya  berdasarkan pengakuan sepihak saja dari Kementerian ESDM Australia. Dengan demikian, volume tumpahan minyak  yang  diakui  Kementerian  ESDM  Australia  tersebut  setidaknya  telah  menggugurkan pengakuan sepihak dari perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australasia yang menyatakan hanya 400 barel per hari saja tumpahan minyak Montara ke Laut Timor.

Selain itu,  berdasarkan hasil penyelidikan Komisi Penyelidik  Montara meyakini bahwa luas wilayah pencemaran di Laut Timor sekitar 90.000 km2. Pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Rote Ndao, Sabu Raijua,Sumba, Alor, sebagian wilayah pantai utara Pulau Flores, Adonara, Lembata serta seluruh wilayah di Pulau Timor bagian barat hingga ke Oecusse Timor Leste, terkena dampak dari pencemaran yang maha dahsyat tersebut.| E Hermawan

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next