Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Media Australia ramai-ramai beritakan tuntutan warga Timor Barat

Media Australia ramai-ramai beritakan tuntutan warga Timor Barat

KoPi| Hari ini 9 Februari 2015, media Auastralia serempak menurunkan haedline tentang "Kasus Petaka Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor". Ada sekitar 7 media di seluruh bagian Austaria di antaranya Sydney Morning Herald yang menurunkan judul "West Timor Awaits Abbott Montara Response".

Respon ini dipandang sebagai langkah maju bagi perjuangan Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) dan masyarakat setelah peristiwa tumpahan minyak di Montara 2019 yang merusak alam sekitar.

Meledaknya Anjungan minyak Montara yang dioperasikan PTTEP Australasia asal Thailand di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009, telah mencemari hampir 90 persen wilayah perairan Indonesia.

Tumpahan  minyak  mentah  (crude  oil)  yang  bercampur  zat  timah  hitam  dengan  volume diperkirakan 2000 barel/hari itu, berlangsung selama 74 hari, namun volume tumpahan minyak ini berdasarkan hasil penyelidikan Komisi Penyelidik Montara tidak dapat divalidasi karena tidak adanya sebuah penelitian ilmiah yang independen dan transparan yang dapat divalidasi kebenarannya.

Volume  tumpahan  minyak  ini,  menurut  Komisi  Penyelidik  Monata,  hanya  berdasarkan pengakuan sepihak saja dari Kementerian ESDM Australia. Dengan demikian, volume tumpahan minyak  yang  diakui  Kementerian  ESDM  Australia  tersebut  setidaknya  telah  menggugurkan pengakuan sepihak dari perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australasia yang menyatakan hanya 400 barel per hari saja tumpahan minyak Montara ke Laut Timor.

Selain itu,  berdasarkan hasil penyelidikan Komisi Penyelidik  Montara meyakini bahwa luas wilayah pencemaran di Laut Timor sekitar 90.000 km2. Pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Rote Ndao, Sabu Raijua,Sumba, Alor, sebagian wilayah pantai utara Pulau Flores, Adonara, Lembata serta seluruh wilayah di Pulau Timor bagian barat hingga ke Oecusse Timor Leste, terkena dampak dari pencemaran yang maha dahsyat tersebut.| E Hermawan

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next