Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

MEA di depan mata, Indonesia belum siap

MEA di depan mata, Indonesia belum siap

Jogjakarta-KoPi| Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016 yang dinanti-nanti kini telah di depan mata. Namun masih menyisakan kekhawatiran masyarakat. Terutama para pelaku perekonomian kecil menengah. Seperti yang diungkapkan oleh Staf Bidang Pengembangan Pasar Beringharjo, Supartono, meski mengaku optimis menghadapi pertarungan MEA 2016.

Supartono mensyaratkan kualitas produk Indonesia harus mampu unggul dengan negara ASEAN. Menurut Supartono tugas pemerintah saat ini terus meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal. Sehingga mampu menandingi produk luar negeri.

Dalam lingkup pasar kerjasama elemen pasar seperti Disperindagkoptan sangat penting.
“Harapannya, pemerintah mendukung peningkatan kualitas. Pas MEA kita berharap fasilitas domain di perdagangan meningkat,” jelas Supartono di kantor pasar Beringharjo pada 6 Januari 2015.

Kendala Internal Pedagang

Bertolak belakang dengan Supartono, Peneliti Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Dr. Dumairy justru menyatakan Indonesia tidak siap bersaing menghadapi MEA 2016. Sejak awal pedagang sudah kesulitan menghadapi persaingan internal.

Kondisi perekonomian khusus menengah dan kecil telah melemah sejak globalisasi. Hal itu semakin diperparah dengan menjamurnya toko berjejaring.

“(Konteks pedagang pasar dan UMKM), jangankan MEA Mbak, jauh-jauh hari sebelum MEA, mereka sudah menjerit dengan banyaknya toko berjejaring,” jelas Dr. Dumairy.

Sementara pedagang sembako pasar Beringharjo, Siswanti mengatakan kesulitan mendapatkan barang yang bagus. Pasalnya barang-barang banyak diambil oleh suplier dari restoran dan hotel.

“Sekarang sepi pembeli, barang diambil suplier dari restoran dan hotel, mereka berani banting harga, rugi,” jelas Siswanti. |Winda Efanur FS|Cucuk Armanto|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next