Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

MEA bukan persaingan tapi kerjasama

MEA bukan persaingan tapi kerjasama

Jogja-KoPi| "Indonesia harus mampu menjadi tuan di negeri sendiri, mampu menolak sekedar kuli di negeri sendiri, MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) adalah suatu kerjasama bukan bentuk persaingan", jelas Prof Dr Sri Edi Swasono, Guru Besar Universitas Indonesia dalam seminar DPP UNY, Sabtu (14/05) bertempat di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan suatu paham kerjasama antara negara-negara di ASEAN, namun kadang disalah artikan sebagai bentuk persaingan. Kerjasama yang seharusnya win-win berubah menjadi win lost.

Menurut Prof Dr Sri Edi Swasono, hal tersebut dikarenakan kita membaca MEA dengan naluri " bersaing" dan bukan naluri "kerjasama" sesuai jiwa UUD 1945. "Bangsa ini telah terseret oleh semangat berdaing yang dibawa oleh pasar bebas neoliberalistiknya globalisasi.

Ini merupakan suatu kemerdekaan ideologi kapitalisme untuk membentukkan " mindset bersaing" ke seluruh pelosok dunia, sebagai kemenangan perang ideologi kapitalisme melalui neocortical warfarrnya liberalism dan kapitalisme", jelasnya.

MEA sebagai bentuk kerjasama harus saling menguntungkan, tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang selingkuh dan menyelingkuhi. Indonesia harus dapat menegaskan bahwa forum MEA adalah forum komplementaritas, artinya saling melengkapi kekurangan masing-masing anggota menjadi kebutuhan sinergis dan memberikan keuntungan bersama.

"Apabila MEA merugikan Indonesia, Indonesia harus berani menolak, mengapa Indonesia harus ketakutan dalam menghadapi MEA", tutur Prof Dr Sri Edi Swasono.

Indonesia harus dapat menyadarkan diri sendiri bahwa setiap negara ASEAN tetap memiliki otoritas dan kedaulatan penuh untuk menetapkan peraturan nasional masing-masing dalam melaksanakan implementasi perjanjian.

Menurutnya, MEA harus dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan kerjasama, baik multilateral atau pun bilateral, melaui traktat-traktat, aliansi-aliansi strategies atau kerjasama-kerjasama sinergis apapun untuk saling meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

"Kaidah-kaidah penuntun kerjasama harus dipegang teguh, meliputi saling menghormati, saling tolong menolong, saling mendukung untuk saling memajukan, saling melengkapi atau membentuk komplementaritas, saling menguntungkan win-win, tidak merugikan mitra kerjasama, saling melindungi dari ancaman dan kerugian, saling penanggung beban atau penanggung resiko bersama", jelas Prof Dr Sri Edi Swasono.

"Indonesia harus bisa " say No" manakala Indonesia atau salah satu anggota dirugikan. MEA harus berjiwa kebersamaan, sama-sama maju, win-win, menghindari zero-sum", tambahnya.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next