Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Masyarakat kecewa Jokowi tinggalkan Esemka pilih Proton Malaysia

Masyarakat kecewa Jokowi tinggalkan Esemka pilih Proton Malaysia

KoPi|  Masyarakat bereaksi kecewa dengan langkah kebijakan Jokowi yang meninggalkan Esemka. Topan (28 tahun), seorang mahasiswa swasta di Jakarta mengatakan cukup terkejut dan menyesalkan kebijakan Jokowi.

Seperti diketahui, Jokowi akhirnya menggadeng Proton, perusahaan mobil asal Malaysia untuk proyek mobil nasional. Proton akan bekerjasama dengan PT Adiperkasa Citra Lestari milik salah satu anggota tim sukses Jokowi serta mantan Direktur BIN, AM Hendro Priyono.

Lawatan Jokowi ke Malaysia pekan ini di antaranya adalah untuk membuat kesepakatan dengan perusahaan mobil Malaysia tersebut.
Jokowi menyampaikan bahwa langkah ini adalah kunci sukses Indonesia dalam mengembangkan mobil nasional Indonesia.

Belum ada penjelasan mengapa Jokowi tidak meneruskan program mobil Esemka ketika ia masih menjadi Walikota Solo dan maju menjadi Gubenur DKI hingga presiden.

Kebijakan Jokowi ini banyak menimbulkan reaksi kecewa masyarakat. Di antara mereka bahkan ada yang memperolok masyarakat lain yang menyesal memilih Jokowi ketika pilpres.| E Hermawan

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next