Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Masyarakat kecewa Jokowi tinggalkan Esemka pilih Proton Malaysia

Masyarakat kecewa Jokowi tinggalkan Esemka pilih Proton Malaysia

KoPi|  Masyarakat bereaksi kecewa dengan langkah kebijakan Jokowi yang meninggalkan Esemka. Topan (28 tahun), seorang mahasiswa swasta di Jakarta mengatakan cukup terkejut dan menyesalkan kebijakan Jokowi.

Seperti diketahui, Jokowi akhirnya menggadeng Proton, perusahaan mobil asal Malaysia untuk proyek mobil nasional. Proton akan bekerjasama dengan PT Adiperkasa Citra Lestari milik salah satu anggota tim sukses Jokowi serta mantan Direktur BIN, AM Hendro Priyono.

Lawatan Jokowi ke Malaysia pekan ini di antaranya adalah untuk membuat kesepakatan dengan perusahaan mobil Malaysia tersebut.
Jokowi menyampaikan bahwa langkah ini adalah kunci sukses Indonesia dalam mengembangkan mobil nasional Indonesia.

Belum ada penjelasan mengapa Jokowi tidak meneruskan program mobil Esemka ketika ia masih menjadi Walikota Solo dan maju menjadi Gubenur DKI hingga presiden.

Kebijakan Jokowi ini banyak menimbulkan reaksi kecewa masyarakat. Di antara mereka bahkan ada yang memperolok masyarakat lain yang menyesal memilih Jokowi ketika pilpres.| E Hermawan

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next