Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Masyarakat Jogja dukung Afnan, stop premanisme di DPD RI

Masyarakat Jogja dukung Afnan, stop premanisme di DPD RI

Jogja-KoPi│Masyarakat Yogyakarta dari berbagai unsur adakan aksi keprihatianan dan solidaritas untuk Afnan Hadikusumo, Anggota DPD RI asal Yogyakarta korban kekerasan politik di DPD RI, bertempat di depan gedung DPD RI Yogyakarta, Rabu (5/4).

Aksi ini merupakan bentuk keprihatianan masyarakat Yogyakarta terhadap segala bentuk premanisme di pemerintahan Indonesia, khususnya DPD RI. Selain itu, juga merupakan bentuk solidaritas masyarakat Yogyakarta terhadap Afnan Hadikusumo.

“Secara pribadi aksi ini merupakan bentuk solidritas pada Pak Afnan, lebih dari itu kami prihatin dan ingin pemerintah selamat dari perilaku premanisme”, jelas Krisnadi Setyawan, Koordinator aksi.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa tidak ada spontanitas dalam sikap DPD RI. Jatuhnya korban Afnan Hadikusumo dalam kericuhan rangkaian sidang paripurna DPD RI menunjukkan kekerasan politik yang memalukan di tubuh lembaga tinggi negara. Terdapat sekelompok DPD RI yang memaksakan kehendaknya.

“DPD RI seharusnya independen, tidak mengedepankan kepentingan pribadi dalam merebut kekuasaan dengan cara fisik dan inkonstutusional. Tidak ada fraksi dalam DPD, kalau ada fraksi apa bedanya dengan DPR”, tambahnya.

Kericuhan sendiri bermula ketika perubahan tata tertib DPD RI telah dinyatakan tidak sah dan ilegal oleh Mahkamah Agung dengan surat Putusan Nomor 38 P/HUM/2016 tanggal 20 Februari 2017.

Namun, yang terjadi adalah pembangkangan terhadap keputusan MA yang memerintahkan kepada pimpinan DPD untuk mencabut Peraturan DPD 1/2016 tanggal 10 Oktober 2016 tentang tata tertib. Pejabat MA justru melantik pimpinan DPD RI yang dipilih secara ilegal dengan tetap menggunakan tata tertib yang sudah dicabut oleh MA sebelumnya.

Menyikapi situasi tersebut masyarakat Yogyakarta dari berbagai unsur mengencam tindakan kekerasan oknum anggota DPD RI terhadap anggota DPD RI asal DIY Afnan Hadikusumo, mendesak kepolisian RI segera mengusut tindak kekerasan tersebut berlebih korban telah melaporkannya.

Selain itu, masyarakat Yogyakarta dari berbagai unsur dalam aksinya juga menentang tindak kekerasan primitive, ilegal, dan inkonstitusional oknum anggota DPD RI yang merusak lembaga tinggi Negara, serta mengecam tindakan MA yang inkonsisten dengan melantik kepemimpinan ilegal DPD RI.

“Kami menentang tindak kekerasan primitive, ilegal, dan inkonstitusional oknum anggota DPD RI yang merusak lembaga tinggi Negara, mengecam tindakan MA yang inkonsisten dengan melantik kepemimpinan ilegal DPD RI, juga menuntut dikembalikannya DPD RI sebagai wadah aspirasi non partisan dan indpenden yang mewakili kepentingan daerah”, ujar Krisnadi.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next