Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mantan Gubenur Jambi dan Bupati Temanggung Legendaris, Masjchun Sofwan Wafat

Mantan Gubenur Jambi dan Bupati Temanggung Legendaris, Masjchun Sofwan Wafat

Jakarta-KoPi| Mantan Gubernur Jambi Masjchun Sofwan atau akrab dipanggil Pak Mbong dalam keluarganya meninggal dunia. Gubernur periode 1979-1989 ini menjalani perawatan di RSPP, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pak Mbong wafat pukul 22.30 WIB, 3 Oktober 2015 di RSPP.

Masjchun Sofwan sebelum menjadi Gubenur Jambi dua periode adalah Residen Kedu dan Bupati Temanggung 1964-1978. Ketika menjabat sebagai Bupati Temanggung, Pak Mbong merupakan sosok pejabat yang sangat merakyat, dicintai dan legendaris di mata rakyat Temanggung.

Banyak masyarakat di masa itu sering dikagetkan kehadiran Pak Mbong yang tiba- tiba di antara mereka tanpa disadari. Masjchun Sofwan terbiasa meninjau dan menyamar sebagai rakyat kecil untuk melihat keadaan masyarakat secara langsung. Istilah sekarang dikenal sebagai blusukan tapi tanpa wartawan yang menyertai.

Masjchun Sofwan atau Pak Mbong meninggalkan seorang istri Juniwita Tedjakusuma (Anggota DPD) dan seorang anak angkat dan empat anak tiri.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Kol. Sugiono No 17 Duren Sawit Jakarta Timur. Rencananya jenazah akan disalatkan di Masjid Pondok Indah dan dimakamkan pukul 13.00 WIB di TPU Tanah Kusir hari ini.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next