Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Lumayanlah, UKT 2017 di PTN tidak naik, masih kisaran Rp 1-6 juta

Lumayanlah, UKT 2017 di PTN tidak naik, masih kisaran Rp 1-6 juta

Sleman-KoPi| "UKT 2017 tidak ada kenaikan," ujar Mohammad Nasir Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada jumpa pers di Graha Sabha Pratama UGM, Senin (30/1).

Mohammad Nasir menilai kenaikan UKT akan menjadi beban negara sehingga diputuskan tahun ini tidak ada kenaikan. Keputusan itu juga mendengarkan masukan dari protes mahasiswa ketika beberapa waktu lalu yang mempertanyakan soal UKT di kantor Kemenristekdikti.

"Kenaikan UKT ini akan menimbulkan gejolak masyarakat yang tinggi dan beberapa waktu lalu ada salah satu senat mahasiswa yang datang kekantor mempertanyakan UKT," jelasnya.

Menurut Moh Nasir, Kemenristekdikti sendiri menerapkan tarif 1-6 juta. Sementara untuk golongan masyarakat miskin dipertahankan dikisaran Rp. 1-2 juta.

"Tarif Rp 1-6 juta, namun untuk masyarakat miskin kita pertahankan di antara Rp 1-2 juta," katanya.

Mohammad Nasir mengatakan salah satu permasalahan saat ini adalah ketidakjujuran masyarakat yang masuk ke dalam golongan tarif 1-2 juta. Selama ini Kemenristekdikti sudah berusaha meminta masyarakat untuk mengisi data diri dengan benar, namun fakta di lapangan masih ditemukan mahasiswa atau masyarakat yang masuk ke dalam golongan itu. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next