Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Lumayanlah, UKT 2017 di PTN tidak naik, masih kisaran Rp 1-6 juta

Lumayanlah, UKT 2017 di PTN tidak naik, masih kisaran Rp 1-6 juta

Sleman-KoPi| "UKT 2017 tidak ada kenaikan," ujar Mohammad Nasir Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada jumpa pers di Graha Sabha Pratama UGM, Senin (30/1).

Mohammad Nasir menilai kenaikan UKT akan menjadi beban negara sehingga diputuskan tahun ini tidak ada kenaikan. Keputusan itu juga mendengarkan masukan dari protes mahasiswa ketika beberapa waktu lalu yang mempertanyakan soal UKT di kantor Kemenristekdikti.

"Kenaikan UKT ini akan menimbulkan gejolak masyarakat yang tinggi dan beberapa waktu lalu ada salah satu senat mahasiswa yang datang kekantor mempertanyakan UKT," jelasnya.

Menurut Moh Nasir, Kemenristekdikti sendiri menerapkan tarif 1-6 juta. Sementara untuk golongan masyarakat miskin dipertahankan dikisaran Rp. 1-2 juta.

"Tarif Rp 1-6 juta, namun untuk masyarakat miskin kita pertahankan di antara Rp 1-2 juta," katanya.

Mohammad Nasir mengatakan salah satu permasalahan saat ini adalah ketidakjujuran masyarakat yang masuk ke dalam golongan tarif 1-2 juta. Selama ini Kemenristekdikti sudah berusaha meminta masyarakat untuk mengisi data diri dengan benar, namun fakta di lapangan masih ditemukan mahasiswa atau masyarakat yang masuk ke dalam golongan itu. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next