Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Lukisan palsu mencoreng seni lukis Indonesia

kiri : Bambang Bujono kiri : Bambang Bujono

Jogjakarta-KoPi| Maraknya praktek peredaran lukisan palsu meresahkan para seniman di Indonesia. Para seniman beserta pecinta seni yang tergabung dalam Perkumpulan Pecinta seni Rupa Indonesia (PSSI) melakukan investigasi terhadap karya pelukis ternama.

Hasilnya pun mencengangkan banyak lukisan karya maestro Indonesia telah dipalsukan oleh pihak tertentu. Hasil investigasi ini telah dibukukan dalam buku “ Jejak Lukisan Palsu di Indonesia dan Pameran 26 Lukisan”. Beberapa karya seniman yang dipalsukan seperti Hendra Gunawan, S. Sudjojono, Soedibio, dan nama seniman lainnya.

Bahkan yang lebih mengherankan lagi penemuan lukisan palsu berada di kolektor ternama seperti Dr. Ong Hong Djien. “Saat pembukaan museum Pak Hong Djien saya sampai bilang nama Allah di sana yang sebenarnya tidak tepat, lukisan yang dipamerkan kebanyakan palsu,” ujar curator dan staf pengajar di ITB, Aminudin TH. Siregar saat menjadi narasumber pada diskusi lukisan palsu di Galleri Museum Jogja pukul 14.00 WIB.

Sementara Editor Buku Jejak Lukisan Palsu di Indonesia, Bambang Bujono mengungkapkan praktik pemalsuan lukisan sudah lama menjamur di Eropa selama puluhan decade. Kini melihat praktik yang serupa di Indonesia sangat merugikan.

“Banyak pihak yang akan dirugikan dengan adanya praktik lukisan palsu, seperti para seniman Indonesia yang membuat karya seni juga para kolektor yang akan merasa dibodohi,” tutur Bambang.

Secara keseluruhan praktek lukisan palsu telah mencoreng nama baik seni rupa serta menghambat perkembangan seni rupa Indonesia.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next