Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Luhut B Pandjaitan: Saya akan selesaikan masalah pelanggaran HAM

Luhut B Pandjaitan: Saya akan selesaikan masalah pelanggaran HAM

Minggu lalu saya baru kembali dari lawatan ke Amerika Serikat. Menurut saya, tidak ada negara yang tidak punya masa kelam termasuk Amerika Serikat. Saya menjelaskan kepada mereka mengenai komitmen Pemerintah Indonesia untuk menuntaskan masalah HAM yang terjadi di masa lalu. Kasus-kasus HAM akan diselesaikan secara transparan di dalam negeri, jangan ada negara lain yang mengadili persoalan dalam negeri kita.

Simposium PKI 1965 telah dimulai kemarin pagi. Melalui simposium ini saya berharap sejarah dibuka dengan transparan oleh para pihak yang terlibat dan masyarakat yang memiliki bukti terjadinya pelanggaran HAM. Kalau ada bukti baru, saya mempersilakan masyarakat untuk dapat menyampaikannya kepada kami untuk kemudian diselesaikan lewat pengadilan. Semua proses itu harus diselesaikan dengan semangat untuk menyelesaikan masalah, bukan mencari dosa atau kesalahan pihak lain.

Menurut saya informasi yang beredar saat ini simpang siur. Ketika saya membuka simposium PKI 1965 kemarin pagi, ada beberapa orang yang menyampaikan bahwa ada kuburan massal korban kekerasan 1965. Ada juga yang mengatakan bahwa menurut Pak Sarwo Edhi jumlahnya mencapai tiga juga orang. Tapi menurutnya, kebenaran atas pernyataan ini sulit untuk ditelusuri karena yang menjadi sumber informasi sudah wafat. Komnas HAM pun saat ini masih kesulitan menemukan bukti. Dokumen CIA yang pernah dikatakan dapat mengungkap persoalan ini juga tidak pernah ada.

Pak Sintong Panjaitan mengatakan bahwa Beliau hadir dalam setiap peristiwa dan selama terlibat operasi dan ia tidak pernah melihat jumlah korban sebanyak itu. Ada juga wartawan yang mengatakan bahwa ia menemukan makam 21 korban. Jika ada korban, maka kita harus mengidentifikasi korban secara jelas. Semua informasi tanpa disertai bukti yang jelas hanya akan menciderai bangsa kita sendiri. Maka dari itu jika ada pihak yang menyampaikan mengenai jumlah korban, melaporkan menyangkut siapa berbuat apa, di mana, dan bagaimana, maka saya selalu siap untuk melihat langsung ke lokasi. Pendekatan dalam penyelesaian kasus 1965 juga akan diterapkan untuk 18 kasus HAM di Papua, Semanggi, dan kasus-kasus lainnya.

Jaksa Agung sudah siap melakukan pemeriksaan, tetapi menurut saya belum ada yang bisa datang dengan alat bukti baru, bahkan Komnas HAM. Kalau ada pernyataan terjadinya pelanggaran HAM saat itu, bisa saja terjadi karena proses pengadilan yang kurang bagus dan mereka langsung dibawa ke Pulau Buru. Ini yang harus kita periksa.

Saya berharap jangan ada lagi diskriminasi terhadap anggota keluarga PKI. Jika ayah ibunya sudah menderita, maka jangan sampai generasi berikutnya terus menderita dengan tetap menyimpan dendam.

Sebagai Menko Polhukam, saya mau menyelesaikan masalah pelanggaran HAM ini, karena itu sudah menjadi portofolio saya. Saya berharap tahun ini permasalahan HAM dapat kita tuntaskan.| luhutpandjaitan

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next