Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

LIE UGM paparkan temuan Peta Konsep Korupsi

LIE UGM paparkan temuan Peta Konsep Korupsi

Jogja-KoPi| Peta Konsep Korupsi membantu Masyarakat dalam memantau tindak Korupsi yang terjadi di daerahnya, mulai dari jumlah terpidana, terdakwa, kerugian Negara, dan sanksi finansialnya yang dikelompokkan berdasarkan kabupaten dan provinsi.

Peta Konsep Korupsi merupakan karya dari Laboratorium Ilmu Ekonomi, Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Bisnis UGM yang memberikan data-data mengenai Korupsi dari tahun 2001-2015 dari hasil tindak KPK. Hasil ini dapat dengan mudah diakses dalam situs cegahkorupsi.Feb.ac.id.

Menurut Rimawan Pradiptya, seorang peneliti di Laboratorium Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, situs ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui jumlah terpidana, terdakwa, kerugian Negara, dan sanksi finansialnya. Masyarakat dapat mengetahui hal tersebut dari data yang disajikan berdasarkam nama kabupaten atau provinsi.

Sementara itu, Peta konsep Korupsi berfokus pada korupsi yang dilakukan oleh politisi dan swasta yang jarang disentuh publik. "Peta konsep ini memilki fokus analisis pada Korupsi yang dilakukan politisi dan swasta," jelas Rimawan Pradiptya.

Peta konsep Korupsi ini memeberikan manfaat kepada masyarakat untuk mengetahui daerah mana saja yang rawan terhadap tindak Korupsi, serta mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap Korupsi.
"Peta konsep ini dapat meningkatkan awareness masyarakat tentang kerugian tindak korupsi lebih besar dari pada hukum finansial yang diberikan, atau dapat dikatakan kita telah mensubsidi koruptor", ungkap Rimawan Pradiptya. |Frenda Yentin

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next