Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

LBH Jogja: batalkan eksekusi mati Mary Jane

gengsi-dong.blogspot.com gengsi-dong.blogspot.com

Jogjakarta-KoPi| Jaringan masyarakat sipil Jogjakarta mendesak pemerintah Jokowi-JK membatalkan hukuman mati terhadap terpidana mati asal Filipina Mary Jane. Sekaligus menghapus hukuman mati dari sistem hukum Indonesia.

Mereka terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum Jogja, Institute Hak Asasi Pertempuan (IHAP), jaringan Buruh Migran Indonesia, dan PUSHAM UII.

Pelaksanaan eksekusi mati akan dilakukan malam nanti di Nusakambangan. Bahkan sejak Jumat 24 April lalu Mari Jane sudah dipindahkan dari lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Jogjakarta ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

Menurut Direktur BLH Jogjakarta Samsudin Nurseha sejak awal Mary jane menjalani proses hukum yang tidak berjalan semestinya. Dalam kasus ini Mary Jane sebagai korban ketidakadilan struktural.

“ Beberapa fakta menunjukan proses persidangan berjalan secara unfair, Mary Jane tidak memahami yang sedang dijalaninya. Mary Jane seorang buruh migran Filipina yang awalnya berniat bekerja ke Malaysia. Saat di Malaysia karena disuruh oleh agen ke Indonesia membawa barang (narkoba) yang tidak tahu isinya. Hingga ketangkap basah di bandara Adi Sucipto”, papar Samsudin.

Atas dasar itulah jaringan masyarakat sipil Jogja mendesak Presiden Jokowi selaku pemegang kekuasaan untuk membatalkan vonis mati terhadap Mary Jane. Pasalnya hal itu bertentangan dengan kampanye nawa cita presiden Jokowi.

“Salah satu poin penting Nawacita menjunjung tinggi hak asasi manusia. Suatu hak hidup yang tidak bisa dikurangi. Bahkan pada situasi perang,  tentara yang membunuh masyarakat sipil bisa diadili sebagai kejahatan perang”, pungkas Samsudin. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next