Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

LBH Jogja: batalkan eksekusi mati Mary Jane

gengsi-dong.blogspot.com gengsi-dong.blogspot.com

Jogjakarta-KoPi| Jaringan masyarakat sipil Jogjakarta mendesak pemerintah Jokowi-JK membatalkan hukuman mati terhadap terpidana mati asal Filipina Mary Jane. Sekaligus menghapus hukuman mati dari sistem hukum Indonesia.

Mereka terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum Jogja, Institute Hak Asasi Pertempuan (IHAP), jaringan Buruh Migran Indonesia, dan PUSHAM UII.

Pelaksanaan eksekusi mati akan dilakukan malam nanti di Nusakambangan. Bahkan sejak Jumat 24 April lalu Mari Jane sudah dipindahkan dari lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Jogjakarta ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

Menurut Direktur BLH Jogjakarta Samsudin Nurseha sejak awal Mary jane menjalani proses hukum yang tidak berjalan semestinya. Dalam kasus ini Mary Jane sebagai korban ketidakadilan struktural.

“ Beberapa fakta menunjukan proses persidangan berjalan secara unfair, Mary Jane tidak memahami yang sedang dijalaninya. Mary Jane seorang buruh migran Filipina yang awalnya berniat bekerja ke Malaysia. Saat di Malaysia karena disuruh oleh agen ke Indonesia membawa barang (narkoba) yang tidak tahu isinya. Hingga ketangkap basah di bandara Adi Sucipto”, papar Samsudin.

Atas dasar itulah jaringan masyarakat sipil Jogja mendesak Presiden Jokowi selaku pemegang kekuasaan untuk membatalkan vonis mati terhadap Mary Jane. Pasalnya hal itu bertentangan dengan kampanye nawa cita presiden Jokowi.

“Salah satu poin penting Nawacita menjunjung tinggi hak asasi manusia. Suatu hak hidup yang tidak bisa dikurangi. Bahkan pada situasi perang,  tentara yang membunuh masyarakat sipil bisa diadili sebagai kejahatan perang”, pungkas Samsudin. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next