Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Lautan merupakan masa depan peradaban Indonesia

Lautan merupakan masa depan peradaban Indonesia

AMBON- Sekretaris Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sjarief Widjaja mengatakan, dibutuhkan kerja keras dalam mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim.

“Kini saatnya kita mengembalikan semua potensi laut yang ada di Indonesia. Karena lautan merupakan masa depan peradaban Indonesia,” kata Sjarief, Minggu (26/2) dalam Seminar Tanwir Muhammadiyah “Kedaulatan Maritim dan Kesejateraan Rakyat di Negara Kepulauan” yang bertempat di Aula Gedung Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.

Sehingga, lanjut Sjarief untuk mewujudkan peradaban sektor laut yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagas berbagai misi, pertama adalah kedaulatan laut, yaitu dengan mencegah Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

“Diplomasi melawan IUU Fishing merupakan salah satu misi utama KKP, selain itu juga kami juga fokus pada penanganan kasus HAM, pemulangan ABK asing korban perdagangan orang, serta proses hukum tindak pidana perdagangan orang,” terang Sjarief.

Reformasi tata kelola perikanan tangkap yang dicanangkan oleh KKP yaitu dengan moratorium izin kapal ikan eks asing. “Kami telah memoratorium terkait larangan alih muatan di tengah laut untuk ke luar negeri, peningkatan layanan perizinan, serta ratifikasi port state measure agreement (PSMA),” jelas Sjarief.

Kedua keberlanjutan, KKP telah melakukan konservasi untuk menjaga produktivitas Sumber Daya Alam (SDA) yang bersumber dari kelautan. “Ketiga yaitu kesejahteraan, kami tengah berusaha meningkatkan indikator produksi, konsumsi, ekspor, pendapatan, dan juga terbentuknya pulau-pulau mandiri,” kata Sjarief.

Ketiga misi tersebut, kata Sjarief tidak akan tercapai jika mengabaikan kedaulatan dan keberlanjutan. “Misi kesejahteraan tidak akan tercapai apabila mengabaikan kedaulatan dan keberlanjutan,” pungkasnya.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next