Menu
UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas …

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 20...

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

Bantul-KoPi| Sebagai Univ...

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi Intelegensia Muda Berkarakter Tradisi Besar

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi In…

Bantul-KoPi| Ketua Umum P...

Seminar COMICOS 2017 Universitas Atmajaya Yogyakarta

Seminar COMICOS 2017 Universitas At…

SLEMAN-Memasuki usianya y...

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama Orangtua/Wali Mahasiswa Baru

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama …

Bantul-KoPi| Tradisi baik...

Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Prev Next

Langkah tegas Menteri Luhut dirindukan rakyat korban Montara

Langkah tegas Menteri Luhut dirindukan rakyat korban Montara

Kupang-KoPi| "Langkah tegas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Pemerintah Australia dan perusahaan penc emar Laut Timor PTTEP sangat dirindukan rakyat korban Petaka Tumpahan Minyak Montara di Nusa Tenggara Timur”.

“Langkah tegas Pemerintah RI terhadap Australia dan PTTEP sudah dinantikan rakyat korban selama 8 tahun baru terwujud di saat Pemerintahan Presiden Joko Widodo”,demikian penegasan Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara,Ferdi Tanoni kepada wartawan di Kupang,Kamis (3/08).

Hal ini dikemukakan Tanoni menjawab pertanyaan wartawan tentang sikapnya mengenai langkah tegas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terhadap Pemerintah Australia dan PTTEP perusahaan pencemar Laut Timor yang melarikan diri dari tanggung jawab mereka atas Petaka Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor tahun 2009.

Sebelumnya pada hari Selasa (1/08) kepada wartawan di Jakarta,Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mengambil langkah tegas dalam penyelesaian kasus pencemaran minyak di perairan Laut Timor, NTT, karena insiden ledakan di ladang migas Montara di Australia.

"Kami akan mengambil langkah tegas terkait kasus ini karena korban Montara adalah rakyat Indonesia," katanya, di Jakarta, Selasa.

Dia telah mengirim utusannya pekan lalu untuk meninjau langsung area kerusakan atas insiden itu.

Ia juga akan mengejar penyelesaian kasus itu. Terlebih, gugatan class action petani rumput laut asal NTT di Pengadilan Federal Australia ."Saya mencoba menghubungi Jaksa Agung Australia, George Brandis, meminta dukungan mereka untuk mempercepat prosesnya," katanya.

Ferdi Tanoni,mantan agen Imigrasi Australia ini menambahkan sikap tegas,tepat dan cepat dalam menanggapi kasus Petaka Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor ini baru pertama kali dirasakan rakyat korban semenjak petaka ini terjadi delapan tahun silam.

“Langkah tegas Pak Luhut Pandjaitan yang meminta Pemerintah Australia untuk turut bertanggung jawab menyelesaikan kasus ini sudah sangat tepat dan benar sekali”. Mengigat selain petaka Montara ini terjadi di perairan Australia,juga sebagai regulator dan Pemerintah Federal Australia melalui Australia Maritime Safety Authority (AMSA) juga telah menyemprotkan bubuk kimia sangat beracun dalam jumlah yang sangat besar ke atas permukaan air laut dan menenggelamkan tumpahan minyak Montara ke dalam dasar laut Timor".

"Tindakan penyemprotan bubuk kimia dispersant sangat beracun ini sangat berbahaya dimana telah terbukti membunuh lebih 100 ribu mata pencaharian masyarakat pesisir di NTT,kerusakan ekosistem maha dahsyat di perairan laut Timor dan Laut Sawu serta dampak kesehatan terhadap masyarakat pesisir dengan munculnya penyakit aneh hingga membawa kematian", ”kata peraih tunggal Civil Justice Award dari Australian Lawyers Alliance tahun 2013 ini.(Lambert).

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next