Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kunci kasus Udin pada keberanian kepolisian

Kunci kasus Udin pada keberanian kepolisian

Jogjakarta-KoPi| Masih tentang Udin. Wartawan yang dibunuh karena berita. Sekitar 15 massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Untuk Udin melakukan aksi diam di depan kantor pos Yogyakarta Malioboro. Massa melakukan aksi pukul 16.00-16.58 WIB. Waktu ketika wartawan Udin dibunuh sekitar pukul 16.00 WIB.

Kentongan dipukul pada akhir aksi sebanyak 19 kali. Pukulan 19 kali kentongan menunjukan waktu 19 tahun pembunuhan Udin.
Massa aksi menuntut aparat penegak hukum dan pemerintah mengusut tuntas kasus pembunuhan Udin.

Sembari tertutup lakban massa aksi membawa selebaran bertuliskan "Sudahkah negara bela warga", berupa kritikan massa terhadap lambannya tindakan negara menyelesaikan kasus Udin. Selain itu massa juga membawa kentongan.


Menurut anggota KAMU, Sri Wiyati aksi diam sekaligus mengkritik wacana bela negara yang didengungkan oleh pemerintah.

"Bela negara bagian dari hak asasi manusia, dalam kasus Udin hal itu  berhubungan dengan pemberantasan anti korupsi. Pertanyaannya sekarang pejabat waktunya bela negara kapan negara membela kasus Udin?," kata Sri seusai aksi tanggal 16 November 2015.

Rentang 19 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun 19 tahun seolah berjalan lalu terhadap kasus Udin. Hingga kini KAMU belum melihat komitmen penegak hukum terutama kepolisan DIY mengungkap kasus Udin.

"Kuncinya ada di kepolisian, beraninya, hanya yang kita saksikan setiap kali ganti Kapolda belasan kali, kita melakukan audiensi, tapi ya (seperti)," pungkas Sri. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next