Logo
Print this page

Kuantitas KPK Indonesia 1:10 KPK Hongkong

Kuantitas KPK Indonesia 1:10 KPK Hongkong

Jogjakarta-KoPi| “Bagi orang KPK pelantikan Budi Gunawan (BG) sebagai wakapolri ibarat naik roller coster yang belum selesai. Masih mengalami naik turun. Wahana roller coster ini dimulai sejak kasus pra peradilan BG”, kata Direktorat Pendidikan dan Pelayanan masyrakat KPK Rahmat Handoko.

Menurut Rahmat handoko yang akrab disapa Koko Pelantikan BG yang terkesan tertutup menggulirkan adanya spekulasi-spekulasi lain dalam penanganan korupsi di Indonesia.

Sejatinya kasus korupsi di Indonesia sudah bisa diberantas dengan baik. Pasalnya Indonesia memiliki tiga senjata ampuh untuk melawan korupsi. Tiga tersebut berupa lembaga KPK, kepolisian dan kejaksaan.

Namun Koko menyayangkan tim pemberantas tersebut kini tercerai berai karena kasus BG kemarin. terkesan ada pihak yang mengadu domba antara KPK dan kepolisian.

“ Di tahun lalu KPK mencoba memperbaiki pihak kepolisian dan kejaksaan, hingga akhirnya fokus korupsi muncul kasus BG. Tragedi KPK itu melemahkan KPK. Upaya pelemahan KPK ini karena KPK menjadi satu-satunya yang dipercaya oleh masyarakat”, paparnya.

Selain memiliki lawan yang selalu melemahkan tubuh KPK. Secara lembaga pribadi KPK di Indonesia kualitasnya masih jauh dari negara lain seperti Hongkong.

“ Lembaga anti korupsi cuma di Indonesia Cuma KPK. Kalau di Hongkong pegawai KPKnya 10 x lipat dari Indonesia, kita sekarang 1.400 pegawai sedangkan mereka 14.000. Mereka kuat secara lembaga dan jumlah, padahal luas negara lebih luas kita”, pungkas Koko.|Winda Efanur FS|

Related items

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.