Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Kuantitas KPK Indonesia 1:10 KPK Hongkong

Kuantitas KPK Indonesia 1:10 KPK Hongkong

Jogjakarta-KoPi| “Bagi orang KPK pelantikan Budi Gunawan (BG) sebagai wakapolri ibarat naik roller coster yang belum selesai. Masih mengalami naik turun. Wahana roller coster ini dimulai sejak kasus pra peradilan BG”, kata Direktorat Pendidikan dan Pelayanan masyrakat KPK Rahmat Handoko.

Menurut Rahmat handoko yang akrab disapa Koko Pelantikan BG yang terkesan tertutup menggulirkan adanya spekulasi-spekulasi lain dalam penanganan korupsi di Indonesia.

Sejatinya kasus korupsi di Indonesia sudah bisa diberantas dengan baik. Pasalnya Indonesia memiliki tiga senjata ampuh untuk melawan korupsi. Tiga tersebut berupa lembaga KPK, kepolisian dan kejaksaan.

Namun Koko menyayangkan tim pemberantas tersebut kini tercerai berai karena kasus BG kemarin. terkesan ada pihak yang mengadu domba antara KPK dan kepolisian.

“ Di tahun lalu KPK mencoba memperbaiki pihak kepolisian dan kejaksaan, hingga akhirnya fokus korupsi muncul kasus BG. Tragedi KPK itu melemahkan KPK. Upaya pelemahan KPK ini karena KPK menjadi satu-satunya yang dipercaya oleh masyarakat”, paparnya.

Selain memiliki lawan yang selalu melemahkan tubuh KPK. Secara lembaga pribadi KPK di Indonesia kualitasnya masih jauh dari negara lain seperti Hongkong.

“ Lembaga anti korupsi cuma di Indonesia Cuma KPK. Kalau di Hongkong pegawai KPKnya 10 x lipat dari Indonesia, kita sekarang 1.400 pegawai sedangkan mereka 14.000. Mereka kuat secara lembaga dan jumlah, padahal luas negara lebih luas kita”, pungkas Koko.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next