Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kritik pakar ekonomi pada ketidakikutsertaan Indonesia di TPP

ibm-binus-3p.blogspot.com ibm-binus-3p.blogspot.com

Jogjakarta-KoPi| Amerika Serikat, Jepang dan 10 negara pasifik menandatangani Kemitraan Trans Pasifik (TPP) pada Senin 5 Oktober lalu. Kemitraan TPP mewujudkan perdagangan internasional ke negara anggota TPP dengan bea masuk hampir 0%.

Negara-negara lain yang tergabung dalam TPP adalah Australia, Brunei Darusalam, Kanada, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Sementara pakar ekonomi, Yose Rizal Damuri menilai ketidakikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan TPP karena Indonesia belum memiliki kesiapan menghadapi TPP.

“Kita selaku bilang siap berkompetisi atau gak?, Siap atau ga gak ya tetap kompetisi berlangsung,” jelas Yose Rizal Damuri seusai diskusi ‘Prospek Trans Pasific Partnership dan Strategi Perdagangan Bebas Indonesia’ di Wisma Syantikara pukul 12.00 Wib.

Yose Rizal Damuri menegaskan ketidaksiapan Indonesia terlibat dalam TPP karena pemerintah Indonesia belum berani melakukan terobosan di bidang perdagangan luar negeri.Perubahan peraturan dasar perekonomian dasar ini menjadi tantangan bagi pemerintah, DPR bahkan pemerintah daerah.

“Siap gak kita melakukan perubahan, UU penanaman modal dirubah, UU HAKI kekayaan intelektual dirubah, aturan investasi dirubah, untuk standar TPP?,” ungkapnya.

Dalam konteks TPP ini, ketidakikutsertaan Indonesia menyebabkan banyak kerugian. Menurut Yose Rizal Damuri Indonesia akan kehilangan pangsa pasar di berbagai negara TPP. Seperti Amerika Seriakat dan Jepang, yang selama ini mejadi pasar bagi Indonesia.

Sebaliknya justru investasi akan membanjiri Vietnam, nota bene anggota TPP. “ Vietnam masih setara dengan Indonesia, kemungkinan Vietnam mendapatkan keuntungan paling besar, nanti banyak pengalihan dari Filipina, Indonesia ke Vietnam, “ pungkas Yose Rizal Damuri. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next