Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

KPK akan coba usut skandal Panama Papers

KPK akan coba usut skandal Panama Papers

Jogja-KoPi| KPK akan bekerja sama dengan Panama Papers terkait nama-nama yang ada dalam Panama Papers jika nama-nama tersebut tersangkut Korupsi.

"Kita akan bekerja sama dengan Panama Papers ketika nama-nama yang ada dalam Panama Papers tersebut tersangkut masalah Korupsi," kata Saut Sitomorang, wakil Ketua KPK saat diwawancarai dalam seminar Peran Mahasiswa dan Kampus dalam Pemberantasan Korupsi, di Universitas Gadjah Mada, Jumat (15/4).

Panama Papers yang telah dirilis pada tanggal 4 April kemarin memuat nama-nama dan perusahaan di Indonesia yang diduga melakukan pencucian uang dan penghindaran terhadap pajak negara. Total catatan yang terbongkar dalam dokumen ini mencapai 11,5 juta dokumen. Terdapat 2.961 nama individu ataupun perusahaan Indonesia yang termuat dalam dokumen ini, dimana nama-nama tersebut terhubung dengan 43 nama perusahaan perekayasa bebas pajak (offshore).

Nama Rini Soemarno dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis adalah salah satu yang masuk dalam daftar Panama Papers.

Keberadaan data ini memberikan petunjuk bagaimana firma hukum bekerjasama dengan bank untuk menjajakan kerahasiaan finansial pada politikus, penipu, pejabat negara, selebritas hingga bintang olahraga kelas dunia.

Saut mengatakan bahwa saat KPK mendengar informasi mengenai Panama Papers, ada tiga hal yang harus diikuti, yaitu bagaimana problem solving nya jika itu ada masalah, bagaimana porcation-nya, dan bagaimana warningnya.

"Ini bukan masalah gampang, ini persoalan jangka panjang, kita mesti akan melakukan komparasi, valisidasi, jika nama-nama tersebut tersangkut korupsi," jelas Saut Sitomorang.

Selain itu, Saut Sitomorang juga mengatakan bahwa KPK akan mendalami kasus ini jika nama-nama yang terdapat dalam Panama Papers tersangkut korupsi.

"Jangan lupa KPK terkait dengan masalah korupsinya tidak bisa keluar dari perspektif korupsi. Kita akan bekrja sama dan kita akan mendalami masalah ini jika nama-nama tersebut tersangkut dalam masalah korupsi," papar Saut Sitomorang.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis adalah salah satu yang masuk dalam daftar Panama Papers. Awalnya, kepada media, Harry membantah Sheng Yue International Limited sebagai perusahaan offshore miliknya. Tapi akhirnya yang bersangkutan mengakui kebenaran informasi tersebut, dengan alasan perusahaan itu dibentuk atas permintaan anaknya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next