Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Konggres PGSI melawan diskriminasi antarguru

Konggres PGSI melawan diskriminasi antarguru

Jogja-KoPi|Para guru di Indonesia melakukan Kongres ke dua Persatuan Guru Seluruh Indonesia(PGSI) mengangkat tema "Bangkit membangun Loyalitas dan karakter bangsa" berupaya menghilangkan diskriminasi serta membangun integritas Guru, bertempat di Gedung DPRD DIY,Sabtu (25/2).

Ketua Umum PGSI , Fatah Yasin, menyampaikan saat ini diskriminasi pun ada dalam kalangan guru. Salah satunya adalah perbedaan antara guru honorer, guru PNS dan guru swasta. Fatah Yasin mengatakan pihaknya bersama PGSI akan berusaha menyetarakan kedudukan semua guru.

Rencana ke depannya kita ingin mensejajarkan guru, nantinya tidak ada guru honorer, guru negeri, guru swasta yang ada hanya guru Indonesia,"katanya saat mengisi sambutan.

Salah satu langkahnya adalah membentuk guru menjadi lebih bermartabat, profesional serta berintegritas. Fatah Yasin mengingatkan tujuan berdirinya PGSI adalah membantu guru agar dapat menjadi guru dengan kriteria tersebut. PGSI sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011 dengan tahun kepengurusan 2011-2016.

Dalam kongres ke dua ini, Fatah berharap kongres ini akan menjadi momentum agar guru yang berintegritas dapat membangun negeri menjadi lebih baik sesuai dengan tema yang diusung.

Kongres yang dihadiri kurang lebih 350 guru dari kurang lebih 13 provinsi dan 36 kabupaten kota mendapatkan sambutan yang baik dari perwakilan DPRD DIY, Cam Hardianto dan Dispora DIY Yuniarti.

Senada dengan Fatah Yasin, Cam Hardianto juga merasa bahwa diskriminasi terhadap guru sudah dirasa terlalu kuat .Cam Hardianto juga berharap pada pemerintah agar nantinya lebih memperhatikan kesejahteraan guru.

"Jangan pikirkan agar dapat menjadi guru PNS, jadilah guru yang baik. Pesan saya tolong didik lah murid dengan baik," kata Cam Hardianto.

Dispora DIY juga berharap agar nantinya kongres yang berjalan dua hari ini selain melahirkan kepengurusan baru PGSI yang bertanggung jawab,dapat melahirkan keputusan dan kesepakatan yang baik dalam program meningkatkan guru yang berkualitas.

"Kongres ini harapannya dapat melahirkan keputusan dan kesepakatan untuk membangun loyalitas dan karakter bangsa,"pungkas Yuniarti.| Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next