Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Konggres PGSI melawan diskriminasi antarguru

Konggres PGSI melawan diskriminasi antarguru

Jogja-KoPi|Para guru di Indonesia melakukan Kongres ke dua Persatuan Guru Seluruh Indonesia(PGSI) mengangkat tema "Bangkit membangun Loyalitas dan karakter bangsa" berupaya menghilangkan diskriminasi serta membangun integritas Guru, bertempat di Gedung DPRD DIY,Sabtu (25/2).

Ketua Umum PGSI , Fatah Yasin, menyampaikan saat ini diskriminasi pun ada dalam kalangan guru. Salah satunya adalah perbedaan antara guru honorer, guru PNS dan guru swasta. Fatah Yasin mengatakan pihaknya bersama PGSI akan berusaha menyetarakan kedudukan semua guru.

Rencana ke depannya kita ingin mensejajarkan guru, nantinya tidak ada guru honorer, guru negeri, guru swasta yang ada hanya guru Indonesia,"katanya saat mengisi sambutan.

Salah satu langkahnya adalah membentuk guru menjadi lebih bermartabat, profesional serta berintegritas. Fatah Yasin mengingatkan tujuan berdirinya PGSI adalah membantu guru agar dapat menjadi guru dengan kriteria tersebut. PGSI sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011 dengan tahun kepengurusan 2011-2016.

Dalam kongres ke dua ini, Fatah berharap kongres ini akan menjadi momentum agar guru yang berintegritas dapat membangun negeri menjadi lebih baik sesuai dengan tema yang diusung.

Kongres yang dihadiri kurang lebih 350 guru dari kurang lebih 13 provinsi dan 36 kabupaten kota mendapatkan sambutan yang baik dari perwakilan DPRD DIY, Cam Hardianto dan Dispora DIY Yuniarti.

Senada dengan Fatah Yasin, Cam Hardianto juga merasa bahwa diskriminasi terhadap guru sudah dirasa terlalu kuat .Cam Hardianto juga berharap pada pemerintah agar nantinya lebih memperhatikan kesejahteraan guru.

"Jangan pikirkan agar dapat menjadi guru PNS, jadilah guru yang baik. Pesan saya tolong didik lah murid dengan baik," kata Cam Hardianto.

Dispora DIY juga berharap agar nantinya kongres yang berjalan dua hari ini selain melahirkan kepengurusan baru PGSI yang bertanggung jawab,dapat melahirkan keputusan dan kesepakatan yang baik dalam program meningkatkan guru yang berkualitas.

"Kongres ini harapannya dapat melahirkan keputusan dan kesepakatan untuk membangun loyalitas dan karakter bangsa,"pungkas Yuniarti.| Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next