Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Konflik Papua akibat perbedaan tafsir 'damai' di Papua

Konflik Papua akibat perbedaan tafsir 'damai' di Papua

Jogjakarta-KoPi| Selama ini pembangunan di Indonesia hanya memusat di Jawa dan Sumatera. Sementara masyarakat terluar Papua merasa tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal pemerintah telah menprogramkan otonomi khusus (Otsus) Papua. Namun lagi-lagi Otsus belum mampu menyelsaikan masalah Papua.

Salah seorang anggota JDP (Jaringan Damai Papua), Octavianus Pekei mengatakan adanya otonomi khusus sejak tahun 2001 tidak memberikan solusi. Sehingga timbul keinginan untuk memisahkan diri. Keinginan ini telah mempengaruhi warga lain bahkan yang berada di pedalaman dan gunung-gunung.

Konflik Papua yang memanas kembali, dengan banyaknya aksi kekerasan baik antara masyarakat maupun militer setempat. Aparat militer setidaknya menangkap 400 warga Papua, mereka mendapat perlakuan kasar dan ditahan tanpa kepastian hukum yang jelas.

Octa menambahkan JDP berusaha menjembatani antara masyarakat Papua dengan pemerintah. Posisi dialog juga bukan solusi tapi cara untuk komunikasi merumuskan titik temu masalah Papua.
Namun kendala di lapangan, beberapa kali mengadakan dialog selalu buntu pada penafsiran berbeda tentang kedamaian di Papua.

“Dialog damai diartikan dengan pengertian masing-masing. Pemerintah memandang damai dengan kemajuannnya menitikberatkan pada pembangunan, kesejahteraan, Nah Papua butuh yang berbeda bukan yang mengedepankan pembangunannya, sehingga terjadinya aksi protes hal yang lumrah terjadi, karena mereka merasa tidak mendapatkan manfaat dari hasil pembangunannya, kata anggota JDP Suma Riella saat diskusi Papua Damai di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga pukul 11.00 WIB.

Meskipun diakui beberapa dialog belum menemukan titik terang. Namun Zelie Ariane dari “Papua untuk Kita” terus menggalakan dialog guna menekan kondisi darurat Papua. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next