Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Konferensi Hak Disabilitas dan Pendidikan Islam Featured

Konferensi Hak Disabilitas dan Pendidikan Islam
Jogja-KoPI| Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Australian Chatolic University menyelenggarakan Konferensi Internasional mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas, Pendidikan Inklusif dan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia pada 21-22 Mei 2015. Acara ini didukung oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
 
Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Australia, Dr Bradley Armstrong, mengatakan yakin bahwa nilai-nilai Islam, yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan kesetaraan, berpotensi besar untuk meningkatkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
 
“Kerjasama Australia dan Indonesia ini merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, sejalan dengan Konvensi PBB mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas yang telah diratifikasi oleh kedua negara,” jelas Bradley.
 
Konferensi tersebut didanai oleh Australia Indonesia Partnership for Justice, sebuah proyek Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas) yang bertujuan mewujudkan hak-hak dasar dan memberantas korupsi di Indonesia.
 
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next