Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Komunitas Seniman Jogja tolak penggusuran PKL nol Km

Komunitas Seniman Jogja tolak penggusuran PKL nol Km

Jogjakarta-KoPi|Komunitas Seniman Jogja menggelar PaMer (Panggung Rakyat Merdeka) di areal Nol Kilometer, Ahad, 22 Maret 2015. Aksi tersebut digelar untuk memprotes penggusuran pedagang kaki lima (PKL) oleh pemkot. Tergabung dalam komunitas tersebut, Sebumi, Mahardika dan mahasiswa. Dalam gelar panggung rakyat ini, mereka mengekspresikan protes mereka melaui musik dan puisi.

Berdasarkan Perda nomor 26 tahun 2002 tentang penataan PKL pemkot menertibkan keberadaan PKL di areal Nol Kilometer. Perda ini, merupakan upaya pemot menjadikan kota lebih tertib dan tertata. Namun berseberangan dengan pemkot, Komunitas Seniman Jogja menolak perda itu.

Koordinator lapangan Panggung Merdeka, Gonzales Sebumi, mengatakan bahwa pergusuran itu seharusnya memberikan solusi yang maksimal agar para pedagang kaki lima bisa menruskan hidup lebih baik.

“Aksi ini intinya kami menolak penggusuran itu dengan solusi minimal, kalau teman-teman dilarang jualan apa solusi lain dari pemerintah kota, yang terlanjur menggantungkan hidup di Nol Kilometer. Posisi kawan-kawan kaki lima harus memilih menegakan pertauran atau meneruskan hidup”, tegas Gonzales.

Gonzales juga menambahkan penggusuran atas nama keindahan kota sangat merugikan PKL. Seolah pemkot tidak memikirkan nasib PKL.

“Atas nama tata kota, teman-teman digusur, sedangkan orang-orang kapitalis dengan mudahnya mengambil akses ekonomi”.

Hal senada juga disampaikan oleh penjual tato, Agustin, baginya adanya relokasi justru semakin mempersulit kehidupan PKL.

“Saya punya lapak di sana (nol kilometer), itu setiap harinya jualan juga susah, banyak tunggakan dan bayar kredit. Apalagi kalau digusur, nasib gimana?”

Kini penggusuran telah berlangsung yang melibatkan jajaran Pol PP bahkan TNI. Tidak jarang penggusuran ini menimbulkan kontak fisik antara aparat dengan PKL. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next