Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Komunitas Seniman Jogja tolak penggusuran PKL nol Km

Komunitas Seniman Jogja tolak penggusuran PKL nol Km

Jogjakarta-KoPi|Komunitas Seniman Jogja menggelar PaMer (Panggung Rakyat Merdeka) di areal Nol Kilometer, Ahad, 22 Maret 2015. Aksi tersebut digelar untuk memprotes penggusuran pedagang kaki lima (PKL) oleh pemkot. Tergabung dalam komunitas tersebut, Sebumi, Mahardika dan mahasiswa. Dalam gelar panggung rakyat ini, mereka mengekspresikan protes mereka melaui musik dan puisi.

Berdasarkan Perda nomor 26 tahun 2002 tentang penataan PKL pemkot menertibkan keberadaan PKL di areal Nol Kilometer. Perda ini, merupakan upaya pemot menjadikan kota lebih tertib dan tertata. Namun berseberangan dengan pemkot, Komunitas Seniman Jogja menolak perda itu.

Koordinator lapangan Panggung Merdeka, Gonzales Sebumi, mengatakan bahwa pergusuran itu seharusnya memberikan solusi yang maksimal agar para pedagang kaki lima bisa menruskan hidup lebih baik.

“Aksi ini intinya kami menolak penggusuran itu dengan solusi minimal, kalau teman-teman dilarang jualan apa solusi lain dari pemerintah kota, yang terlanjur menggantungkan hidup di Nol Kilometer. Posisi kawan-kawan kaki lima harus memilih menegakan pertauran atau meneruskan hidup”, tegas Gonzales.

Gonzales juga menambahkan penggusuran atas nama keindahan kota sangat merugikan PKL. Seolah pemkot tidak memikirkan nasib PKL.

“Atas nama tata kota, teman-teman digusur, sedangkan orang-orang kapitalis dengan mudahnya mengambil akses ekonomi”.

Hal senada juga disampaikan oleh penjual tato, Agustin, baginya adanya relokasi justru semakin mempersulit kehidupan PKL.

“Saya punya lapak di sana (nol kilometer), itu setiap harinya jualan juga susah, banyak tunggakan dan bayar kredit. Apalagi kalau digusur, nasib gimana?”

Kini penggusuran telah berlangsung yang melibatkan jajaran Pol PP bahkan TNI. Tidak jarang penggusuran ini menimbulkan kontak fisik antara aparat dengan PKL. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next