Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Komnas HAM, Hari Tani Nasional Momen Kebangkitan Petani

Unjuk rasa mahasiswa di pertigaan UIN SuKa pada konflik petani Urut Sewu Unjuk rasa mahasiswa di pertigaan UIN SuKa pada konflik petani Urut Sewu

Jogjakarta-KoPi| Anggota Komnas HAM Dianto Bachriadi, Ph.D menilai pentingnya menjadikan Hari Tani Nasional sebagai hari kebangkitan petani. Hari Tani Nasional yang sebelumnya dikenal dengan hari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria jatuh pada tanggal 24 September 1960. UU PA memiliki landasan cita-cita untuk mewujudkan kemakmuran petani sepadan dengan Hari Tani Naional.

Namun di masa paska-reformasi sekarang Dianto melihat praktek-praktek kebijakan petani saat ini tidak berlandaskan pada asas UU PA. Tercatat ada empat konflik besar terjadi seperti kasus petani Urut Sewu Kebumen, pembangunan bandara Kulonprogo, penambangan pasir besi Kulonprogo, dan semen Rembang. Contoh keempat kasus tersebut belum menemukan titik solusi yang memuaskan bagi para petani.

Dianto menambahkan ketidakselarasan antara UU PA dengan kondisi petani di lapangan, jauh sekali dari ketercapaian cita-cita lahirnya UU PA. Menurutnya UU PA penggodokan UU PA memakan waktu hampir 12 tahun yang digagas oleh Bung Karno.

“UU PA lahir pada tahun 1960. Pada pidatonya Bung Karno menjelaskan petani sebagai soko guru ekonomi. Petani diberi penghormatan. Undang-undang ini selama 12 tahun digodok, merupakan waktu yang lama membuat undang-undang, tidak seperti DPR sekarang yang cepat buat undang-undang,” jelas Dianto saat diskusi publik Hari Tani Nasional “Agraria dan Persoalannya” di Fakultas Hukum UGM pukul 11.00 WIB.

Pemberlakuan utuh UU PA akan menjadi solusi terbaik konflik petani saat ini, pasalnya dari semua undang-undang, UU PA yang paling populis.

“Menurut satu penelitian UU PA , satu-satunya yang populis membela kepada petani kecil. Tidak ada UU lain selain ini yang terbaik. Memuliakan orang kecil petani,” pungkas Dianto. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next