Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Sleman-KoPi|Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana pemerintah menggunakan kereta api sebagai transportasi utama masyarakat Indonesia.

Rencana tersebut menurut Budi merupakan solusi masalah kemacetan di jalan raya yang selalu terjadi di Jakarta dan wilayah lainnya. Sementara penyebab dari kemacetan ini disebabkan karena jumlah pengguna motor yang selalu meningkat setiap tahun.

"Saat mudik kemarin, pemudik yang menggunaka motor berjumlah hingga 5 juta dan pertumbuhannya selama satu tahun itu 30%,"ujarnya saat menghadiri Diskusi Refleksi 72 tahun Indonesia Merdeka dengan tema diskusi "Kerja Bersama untuk Kejayaan Indonesia" di Gedung Pusat UGM,Sabtu (12/8).

Dalam hitungan 3 sampai 4 tahun, Ia memprediksikan semua kota besar di Indonesia akan dipenuhi kendaraan jenis ini.

Budi menjelaskan salah satu solusi utama dari masalah ini adalah pengembangan tranportasi darat massal antarkota berupa kereta api. Dengan menggandeng perusahaan swasta, Pemerintah saat ini berusaha menutupi kekurangan antara pengadaan barang (Supply) dan permintaan (demand).

"Masalahnya kita ingin membuat solusi namun tidak memiliki dana yang cukup,Sekarang ada bantuan yang melibatkan perusahaan swasata ,ia menampung modal pemerintah dan ia pun yang mengembangkan usaha kereta api,"ucapnya.

Budi menambahkan penambahan jenis kereta seperti MRT, LRT di dalam kota seperti Jakarta akan membantu mengurangi jumlah motor di jalan.

Pengadaan high speed train antar kota dari Jakarta hingga Surabaya juga diharapkan ikut serta dalam memberikan kontribusi besar untuk pengembangan transportasi massal di darat.

Budi pun bermimpi di masa depan pengembangan konektivitas tranportasi berbasis kereta api ini dapat mengurangi jumlah kecelakaan serta menghilangkan titel jakarta sebagai kota yang selalu macet.

"Nanti kita akan mengatakan jangan naik motor, karena 70% kecelakaan disebabkan motor ,serta hingga nanti saatnya kita bisa menyampaikan bahwa Jakarta sudah tidak macet,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next