Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Kereta Api solusi atasi kemacetan dan transportasi darat di Indonesia

Sleman-KoPi|Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana pemerintah menggunakan kereta api sebagai transportasi utama masyarakat Indonesia.

Rencana tersebut menurut Budi merupakan solusi masalah kemacetan di jalan raya yang selalu terjadi di Jakarta dan wilayah lainnya. Sementara penyebab dari kemacetan ini disebabkan karena jumlah pengguna motor yang selalu meningkat setiap tahun.

"Saat mudik kemarin, pemudik yang menggunaka motor berjumlah hingga 5 juta dan pertumbuhannya selama satu tahun itu 30%,"ujarnya saat menghadiri Diskusi Refleksi 72 tahun Indonesia Merdeka dengan tema diskusi "Kerja Bersama untuk Kejayaan Indonesia" di Gedung Pusat UGM,Sabtu (12/8).

Dalam hitungan 3 sampai 4 tahun, Ia memprediksikan semua kota besar di Indonesia akan dipenuhi kendaraan jenis ini.

Budi menjelaskan salah satu solusi utama dari masalah ini adalah pengembangan tranportasi darat massal antarkota berupa kereta api. Dengan menggandeng perusahaan swasta, Pemerintah saat ini berusaha menutupi kekurangan antara pengadaan barang (Supply) dan permintaan (demand).

"Masalahnya kita ingin membuat solusi namun tidak memiliki dana yang cukup,Sekarang ada bantuan yang melibatkan perusahaan swasata ,ia menampung modal pemerintah dan ia pun yang mengembangkan usaha kereta api,"ucapnya.

Budi menambahkan penambahan jenis kereta seperti MRT, LRT di dalam kota seperti Jakarta akan membantu mengurangi jumlah motor di jalan.

Pengadaan high speed train antar kota dari Jakarta hingga Surabaya juga diharapkan ikut serta dalam memberikan kontribusi besar untuk pengembangan transportasi massal di darat.

Budi pun bermimpi di masa depan pengembangan konektivitas tranportasi berbasis kereta api ini dapat mengurangi jumlah kecelakaan serta menghilangkan titel jakarta sebagai kota yang selalu macet.

"Nanti kita akan mengatakan jangan naik motor, karena 70% kecelakaan disebabkan motor ,serta hingga nanti saatnya kita bisa menyampaikan bahwa Jakarta sudah tidak macet,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next