Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kendala soal apartemen, Pemkab Sleman belum ada Perda

Kendala soal apartemen, Pemkab Sleman belum ada Perda

Sleman-KoPi| Sejak bergulirnya isu pembangunan apartemen warga  Rt 01 Plemburan dari awal sudah menolak. Pasalnya apartemen membawa dampak negatif dari aspek sosial maupun lingkungan.

Rencana pembangunan apartemen di Dusun Plemburan, Ngaglik, Sleman sudah lama diwacanakan sejak Juli tahun 2014 lalu.

Apartemen baru yang akan didirikan menempati rumah bekas milik Nur Istiati. Rumah ini memiliki luas sekitar 3000 m². Untuk pembangunann apartmennya menjadi wewenang pihak pengembang Hutama Karya Retalindo.

Menurut warga Rt 01, Bekti sejak pra sosialisasi pihak pemilik rumah dan pengembang sempat bermusyawarah dengan warga. “Sekitar Juli tahun 2014 lalu warga Plemburan dikagetkan dengan rencana pembangunan apartemen. Warga menolak dengan halus saat itu”.

Namun seiring waktu aksi penolakan dari warga semkin terang-terangan. Untuk melancarkan aksi penolakan ini warga telah melayangkan 12 surat penolakan. Surat itu ditujukan kepada Pemkab Sleman, DPRD Sleman, Dinas perijinan Sleman, dan lembaga terkait lainnya.

Respon pihak pejabat tersebut masih mempelajari aksi penolakan ini. Seperti yang dikatakan oleh wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu bahwa perlu ada kajian lebih lanjut terkait aksi warga.



“Kami ini sedang dan mendalami terus menerus mengenai hotel dan apartemen, soalnya belum ada perda tentang apartemen, apartemen kan baru, kami runtut dari undang-undang rumah susun.”

|Winda Efanur FS, Himmatul Khoiroh|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next