Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Kendala soal apartemen, Pemkab Sleman belum ada Perda

Kendala soal apartemen, Pemkab Sleman belum ada Perda

Sleman-KoPi| Sejak bergulirnya isu pembangunan apartemen warga  Rt 01 Plemburan dari awal sudah menolak. Pasalnya apartemen membawa dampak negatif dari aspek sosial maupun lingkungan.

Rencana pembangunan apartemen di Dusun Plemburan, Ngaglik, Sleman sudah lama diwacanakan sejak Juli tahun 2014 lalu.

Apartemen baru yang akan didirikan menempati rumah bekas milik Nur Istiati. Rumah ini memiliki luas sekitar 3000 m². Untuk pembangunann apartmennya menjadi wewenang pihak pengembang Hutama Karya Retalindo.

Menurut warga Rt 01, Bekti sejak pra sosialisasi pihak pemilik rumah dan pengembang sempat bermusyawarah dengan warga. “Sekitar Juli tahun 2014 lalu warga Plemburan dikagetkan dengan rencana pembangunan apartemen. Warga menolak dengan halus saat itu”.

Namun seiring waktu aksi penolakan dari warga semkin terang-terangan. Untuk melancarkan aksi penolakan ini warga telah melayangkan 12 surat penolakan. Surat itu ditujukan kepada Pemkab Sleman, DPRD Sleman, Dinas perijinan Sleman, dan lembaga terkait lainnya.

Respon pihak pejabat tersebut masih mempelajari aksi penolakan ini. Seperti yang dikatakan oleh wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu bahwa perlu ada kajian lebih lanjut terkait aksi warga.



“Kami ini sedang dan mendalami terus menerus mengenai hotel dan apartemen, soalnya belum ada perda tentang apartemen, apartemen kan baru, kami runtut dari undang-undang rumah susun.”

|Winda Efanur FS, Himmatul Khoiroh|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next