Logo
Print this page

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

industri

Jogja-KoPi|Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI mengajak anak-anak bangsa untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Kejurusan Industri atau Sekolah Vokasi keindustrian. SMK seperti inipun dikhususkan bagi siswa yang tertarik menggeluti dunia dibidang industri.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Haris Munandjar mengatakan bahwa sejumlah SMK Jurusan seperti Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI )di Yogyakarta sudah berada dibawah naungan Kemenperin. Naungan Kemenperin ini pun sesuai sebagai bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia ,produktivitas ,daya saing dari Indonesia.

"Masalah penting saat ini adalah meningkatkan daya saing, dan daya saing itu dikaitkan dengan produktivitas dan sumber daya manusia,"ujarnya sebelum mengisi talkshow di Hut 70 tahun SMTI Yogyakarta,Sabtu (16/12).

Haris juga menyebutkan angkatan kerja di Indonesia saat ini cukup besar yakni hampir 2,6 juta penduduk.Dan dari angka tersebut tingkatan partisipasi pekerja masih 0,33%, sementara angkatan kerja seluruhnya berjumlah 120 juta jiwa.

Haris pun menimpali untuk lulusan SMK Teknik industri diluar naungan Kemenperin memiliki total jumlah pengangguran hingga 11%.

"Persentase ini cukup besar mengingat pada jumlah angkatan kerja saat ini, oleh karenanya, sekolah Vokasi semacam SMTI ini dirasa penting,"timpalnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Latihan (Kapusdiklat) Kemenperin Mudjiono,mengucapkan SMTI dan SMK Industri naungan Kemenperin sangat sesuai uji kompetensi. Setelah siswa lulus dari Sekolah, maka siswa akan mendapatkan langsung Sertifikat Uji Kompetensi dan diarahkan ke perusahaan industri.

"Sekolah ini (SMTI) lulusannya langsung diarahakan dengan ke kebutuhan industri saat ini. Begitu lulus kemarin itu, 98% persen tenaganya terserap di dunia industri,"ucapnya

Sekolah Vokasi semacam ini pun berbeda dengan SMK lainnya seperti jumlah praktek yaitu 60% dan teori sebesar 40% dari total seluruh pertemuan pembelajaran.

Meski demikian ,berbeda dengan sekolah Negeri yang sudah membebaskan biaya SPP, sekolah vokasi masih menerapkan pembayaran SPP kepada muridnya. Seperti di SMTI, siswa membayar uang SPP sebesar Rp.70.000 per bulannya. |Syidiq Syaiful Ardli

Related items

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.