Menu
Penguatan regulasi konsumsi susu oleh pemerintah sangatlah aneh.

Penguatan regulasi konsumsi susu ol…

Jogja-KoPi| Pemerintah me...

Gap Areal dan Poduktivitas Sebabkan Produksi Gula Nasional Rendah

Gap Areal dan Poduktivitas Sebabkan…

Sleman-KoPi|Produksi gula...

Kawanan perampok minimarket viral di Youtube berhasil ditangkap

Kawanan perampok minimarket viral d…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Operasi patuh Progo 2018 mulai tertibkan pengendara di jalan raya.

Operasi patuh Progo 2018 mulai tert…

Sleman-KoPi| Polda DIY me...

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Prev Next

Kemenag restui pemutaran dan pembuatan film G30S/PKI

Kemenag restui pemutaran dan pembuatan film G30S/PKI

Sleman-KoPi| Kementrian Agama Republik Indonesia tidak mempermasalahkan segala hal tentang pembuatan film baru serta pemutaran film gerakan 30 September PKI(G30S/PKI). Lewat Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan,pihaknya memperbolehkan semua kalangan masyarakat menonton film G30S/PKI ini.

"Kita (kemenag) tidak perlu mengingkari sejarah atau melarang untuk menonton film ini(G30S/PKI),silahkan siapa saja boleh menonton film itu,"katanya usai mengisi sebuah seminar di Hotel East Parc,Sabtu (23/9).

Lukman mengatakan saat melihat sebuah film ,ia tak memungkiri terdapat keragaman penafsiran disaat film tersebut disaksikan sekumpulan masyarakat ,apalagi film tersebut seperti film G30S/PKI. Ini terjadi karena setiap orang tersebut memiliki perspektif atau cara pandang yang berbeda-beda saat melihat fakta sejarah pada film tersebut.

Ia pun menjelaskan pihaknya tak sampai hati melarang atau membatasi perspektif masyarakat indonesia (khususnya) dalam melihat film sejarah. Ia justru mendukung rencana pembuatan ulang film G30S/PKI demi membuka ruang baru saat memvisualisasikan sebuah sejarah.

"Kita juga perlu membuka ruang bagi mereka yang ingin membuat film baru dalam rangka memvisualisasi fakta sejarah dimasa lalu,biarlah masyarakat dengan perspektif beragam bisa mendapatkan kearifannya agar bisa memahami masa lalu,"ujarnya.

Terlepas dari film G30S/PKI, Menag justru menekankan kepada masyarajat agar lebih memprioritaskan masa depan ketimbang menghabiskan waktu dan energi membicarakan masa lalu yang kelam. Ia pun menghimbau agar masyarakat indonesia dapat melepaskan diri dari penyanderaan masa lalu serta belenggu sejarah.

Tujuannya adalah untuk menyiapkan diri dan anak bangsa untuk membangun masa depan yang lebih baik agar tragedi seperti G30S/PKI tidak terjadi kembali di Indonesia.

"Seharusnya kita menghabiskan energi untuk masa depan kita, juga untuk membangun negara yang lebih baik lagi,"tandasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next